Arumahi: Sosialisasi dan Pendidikan Demokrasi Tidak Boleh Berhenti untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Suriadi
Suriadi

Senin, 27 Desember 2021 14:46

Arumahi: Sosialisasi dan Pendidikan Demokrasi Tidak Boleh Berhenti untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Trotoar.id, Makassar — Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan HL Arumahi mengatakan sosialisasi terkait pendidikan politik dan demokrasi harus terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilihan serentak tahun 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Dialog Nasional dengan tema “Pemilu Serentak 2024 dan Kualitas Partisipasi Pemilih” yang digelar secara daring oleh KPU kota Makassar, Minggu (26/12/2021).

“Kita tidak boleh berhenti melakukan sosialiasi untuk meninggkatkan partisipasi masyarakat, dan untuk mendorong pemilih melaporkan tiap dugaan pelanggaran yang didapatkan di lapangan,” kata HL Arumahi.

Baca Juga  NA Paparkan Capaian 1 Tahun Pimpin Sulsel di KPK Mendengar

Arumahi mengungkapkan selama tahun 2020 hingga 2021 Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan terus melakukan konsolidasi jaringan yang dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi ke sejumlah segmen masyarakat.

“Selama 2020 sampai 2021 itu Bawaslu melakukan kegiatan sosialisasi dan kemah pengawasan yang pesertanya adalah murid SMA (sederajat) yang sasarannya adalah pemilih pemula. Kami melihat, masa depan demokrasi juga ditentukan oleh para generasi muda ini,” jelas Arumahi.

Pada tahun 2021 ini, di 24 kabupaten dan kota di sulawesi selatan, Bawaslu sudah menjangkau setidaknya seribuan lebih pemilih pemula yang terkoneksi melalui wadah kemah pengawasan.

Baca Juga  Puluhan Ribu Pensiunan TNI Bersatu Menangkan Agus-Tanribali`

“Selain juga tentu jalannya program nasional Sekolah Kader Pengawas Partisipasif (SKPP) yang segmentasi pesertanya minimal Sarjana dan pelaksanaannya dibagi ke5 titik berbeda yang masing-masing diikuti oleh 100 orang pertitik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, selain kegiatan bersifat edukasi tersebut, Bawaslu juga di tingkat desa membentuk ruang-ruang diskusi warga/kampung yang bertujuan untuk mendorong pendidikan politik dan kampanye antipolitik uang.

Baca Juga  Komisioner Bawaslu Ini Tewas dalam Kecelakaan Maut

“Yang ternyata, ini membawa dampak kepada pemilihan kepada desa di tiap daerah,” jelasnya.

Dialog ini sendiri menghadirikan sejumlah pembicara tingkat nasional, diantaranya Prof Ramlan Surbakti akademisi sekaligus praktisi Pemilihan Umum yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum pada priode 2004-2007.

Prof Muhammad Alhamid Ketua DKPP RI, Drs H Anwar Hafid Anggota Komisi 2 DPR RI, Dekan Fisip UH Prof Armin Arsyad, M.Si, Anggota KPU Sulsel Misnawati M Hattas, dan jajaran pimpinan KPU kota makassar.

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...