JAKARTA—Yusuf Martak menegaskan bahwa dirinya menantang para penista agama untuk berhadapan langsung dengan dirinya.
Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama ini juga menyinggung para buzzer yang hanya berani di media sosial saja.
Kesempatan tersebut adalah penantian bagi dirinya untuk senantiasa berada dan membela agama Allah SWT.
Baca Juga :
“Karena kesempatan ini adalah kesempatan yang saya nanti-nantikan sebagai lahan jihad kami membela agama Allah,” kata Yusuf Martak, dikutip trotoar.id via RMOL, Minggu (25/12).
Saat ini, kata dia, banyak yang mengaku beragama Islam tetapi aslinya Islamofobia dan seperti menjadi komunis gaya baru.
Contohnya, kata dia, banyak laporan pada orang yang terindikasi penista agama tidak ditindak aparat.
“Apakah apabila aparat tidak menindaklanjuti laporan-laporan masyarakat lalu pimpinan aparatnya ditegur oleh Presiden?” katanya.
“Mustahil orang yang beragama Islam rela membayar buzzer-buzzer penjilat untuk agamanya dihinakan dan dinista, berarti mereka aslinya adalah komunis gaya baru yang sedang menyusun kekuatan,” ujarnya.
Yusuf Martak lantas mengingatkan kepada aparat penegak hukum untuk tidak terus-menerus cuek dengan tidak mengambil tindakan pada para penista yang menggaduhkan negara.
Selain itu, Yusuf Martak juga mengingatkan kepada para buzzer dan penista simbol agama Islam, khususnya Tuhan Allah, Rasul, dan Kitab Alquran.
“Semoga semua agama, negara dan bangsa kita dibebaskan dari pengacau-pengacau bayaran cukong serta NKRI mendapat pemimpin yang seratus persen mencintai negara dan bangsanya serta tidak tergantung dengan negara lain terutama negara yang berpaham komunis,” tambahnya.




Komentar