MAKASSAR—Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah, akan turun menggelar aksi demonstrasi di Jalan Sultan Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan.
Ia berencana akan menutup full Jalan Sultan Alauddin pada Kamis 6 Januari 2022 mendatang.
Ardi mengatakan bahwa berbagai kebijakan yang dikeluarkan BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir sangat tidak adil bagi rakyat.
Baca Juga :
“Mulai dari BBM bersubsidi yang akan dihapus hingga wacana Gas Elpiji yang juga akan dinaikkan,” kata Ardi—sapaan akrabnya kepada trotoar.id di Makassar, Minggu (2/1/2021).
Pihaknya mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera mengambil langkah tegas. “Copot Erick Thohir,” kata Ardi.
Ia berharap agar Jokowi segera mengevaluasi kabinetnya utamanya tubuh BUMN yang diduga kuat banyak terjadi kejahatan yang merugikan rakyat.
“Kami akan turun ke jalan memblokade ruas jalan. Karena pemerintah dinilai tak mampu menahan laju kenaikan harga hingga kebijakan yang tidak pro pada rakyat,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta agar Menteri Ekonomi Sri Mulyani dievaluasi sebab kebijakannya yang tak mampu menahan kenaikan harga yang berpihak pada rakyat.
Pasalnya, sejumlah biaya energi pada 2022 diperkirakan akan mengalami kenaikan.
Mulai dari harga Liquefied Petroleum Gas (LPG), Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama dengan rencana penghapusan bensin Premium (RON 88), hingga tarif listrik untuk golongan pelanggan non subsidi pada 2022 ini dikabarkan akan naik.
Kenaikan biaya energi juga dipicu semakin pulihnya kondisi perekonomian, serta meningkatnya harga komoditas, seperti minyak mentah dan gas.
LPG non subsidi misalnya, pada akhir tahun 2021 ini PT Pertamina (Peresero) selaku badan usaha niaga LPG resmi menaikkan harga LPG non subsidi di antara kisaran Rp 1.600-Rp 2.600 per kilogram (kg), disesuaikan per daerah.
Untuk harga LPG tabung 12 kg senilai Rp 163 ribu atau Rp 13.584 per kg untuk wilayah Jakarta tepatnya Jakarta Selatan.
Untuk wilayah Depok misalnya juga sama atau LPG tabung 12 kg senilai Rp 163 ribu.
Sementara itu, untuk di wilayah yang sama, harga LPG tabung 5,5 kg dibanderol senilai Rp 76 ribu atau Rp 13.900 per kg.
Melalui CNBC, pihak Pertamina sebelumnya telah menjawab bahwa ini adalah langkah penyesuaian harga LPG non subsidi ini untuk merespon tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang tahun 2021.
Pada November 2021 mencapai US$ 847 per metrik ton, harga tertinggi sejak tahun 2014 atau meningkat 57% sejak Januari 2021. [Al/Ltf]




Komentar