ISSU!

Ketum HMI Cabang Gowa Raya Minta Menteri BUMN Erick Thohir Dicopot!

Awal Febri
Awal Febri

Minggu, 02 Januari 2022 19:36

Menteri BUMN, Erick Thohir. (FOTO: CNN)
Menteri BUMN, Erick Thohir. (FOTO: CNN)

MAKASSAR—Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah, akan turun menggelar aksi demonstrasi di Jalan Sultan Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia berencana akan menutup full Jalan Sultan Alauddin pada Kamis 6 Januari 2022 mendatang.

Ardi mengatakan bahwa berbagai kebijakan yang dikeluarkan BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir sangat tidak adil bagi rakyat.

“Mulai dari BBM bersubsidi yang akan dihapus hingga wacana Gas Elpiji yang juga akan dinaikkan,” kata Ardi—sapaan akrabnya kepada trotoar.id di Makassar, Minggu (2/1/2021).

Pihaknya mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera mengambil langkah tegas. “Copot Erick Thohir,” kata Ardi.

Ia berharap agar Jokowi segera mengevaluasi kabinetnya utamanya tubuh BUMN yang diduga kuat banyak terjadi kejahatan yang merugikan rakyat.

“Kami akan turun ke jalan memblokade ruas jalan. Karena pemerintah dinilai tak mampu menahan laju kenaikan harga hingga kebijakan yang tidak pro pada rakyat,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta agar Menteri Ekonomi Sri Mulyani dievaluasi sebab kebijakannya yang tak mampu menahan kenaikan harga yang berpihak pada rakyat.

Pasalnya, sejumlah biaya energi pada 2022 diperkirakan akan mengalami kenaikan. 

Mulai dari harga Liquefied Petroleum Gas (LPG), Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama dengan rencana penghapusan bensin Premium (RON 88), hingga tarif listrik untuk golongan pelanggan non subsidi pada 2022 ini dikabarkan akan naik.

Kenaikan biaya energi juga dipicu semakin pulihnya kondisi perekonomian, serta meningkatnya harga komoditas, seperti minyak mentah dan gas.

LPG non subsidi misalnya, pada akhir tahun 2021 ini PT Pertamina (Peresero) selaku badan usaha niaga LPG resmi menaikkan harga LPG non subsidi di antara kisaran Rp 1.600-Rp 2.600 per kilogram (kg), disesuaikan per daerah.

Untuk harga LPG tabung 12 kg senilai Rp 163 ribu atau Rp 13.584 per kg untuk wilayah Jakarta tepatnya Jakarta Selatan.

Untuk wilayah Depok misalnya juga sama atau LPG tabung 12 kg senilai Rp 163 ribu. 

Sementara itu, untuk di wilayah yang sama, harga LPG tabung 5,5 kg dibanderol senilai Rp 76 ribu atau Rp 13.900 per kg.

Melalui CNBC, pihak Pertamina sebelumnya telah menjawab bahwa ini adalah langkah penyesuaian harga LPG non subsidi ini untuk merespon tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang tahun 2021.

Pada November 2021 mencapai US$ 847 per metrik ton, harga tertinggi sejak tahun 2014 atau meningkat 57% sejak Januari 2021. [Al/Ltf]

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 April 2026 20:28
Wali Kota Makassar Siap Sambut Delegasi Mubes IKA Unhas
MAKASSAR, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Makassar menyambut kedatangan delegasi Musyawarah ...
Hukum24 April 2026 20:18
Kembali Diperiksa Kejati Sulsel, Andi Ina Tegaskan Anggaran Bibit Nanas Tak Pernah Dibahas di DPRD
MAKASSAR, Trotoar.id – Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan kembali memeriksa sejumlah mantan pimpinan DPRD Sulsel dan te...
Metro24 April 2026 15:10
Gowes Pantau Kota, Appi Gerak Cepat Tuntaskan Aduan Sampah dan Pohon Tumbang di Kanal
MAKASSAR, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menunjukkan respons cepat dalam menangani persoalan kebersihan kota dengan tur...
Metro24 April 2026 14:09
Wali Kota Makassar Siap Sambut Delegasi Mubes IKA Unhas, Jamu Alumni dengan Gala Dinner
MAKASSAR, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Makassar menyambut kedatangan delegasi Musyawarah ...