MAKASSAR – Sebuah Kapal Kargo milik Uni Emirate Arab (UEA) dibajak dan Anak Buah Kapal (ABK) ikut disandera oleh milisi Al Houthi, pada 2 Januari 2022.
Kapal bermuatan peralatan lapangan medis itu sedang dalam misi maritim dari Socotra ke Pelabuhan Jazan.
Hingga saat ini, kapal tersebut masih dibajak oleh milisi Al Houthi dan penyanderaan terhadap para ABK.
Al Houthi terus mengancam keamanan regional Yaman bahkan para sandera diancam hukuman sadis hingga akan dibunuh.
Berdasarkan informasi yang diterima di antara para sandera itu ternyata ada juga Warga Negara Indonesia atau WNI ikut disandera atas Nama Surya Hidayat Pratama.
Korban merupakan WNI asal Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Tepatnya di Jalan Cendrawasih, Lorong 07, No. 09.
Surya Hidayat Pertama merupakan WNI yang teregistrasi di KBRI Abu Dhabi.
Kabar itu dibenarkan oleh istri dari korban bernama Sri Rahayu saat berkomunikasi dengan suaminya pada 3 Januari 2022 lalu, sehari setelah kapalnya disandera.
Pasalnya, ABK asal Makassar itu telah menginformasikan saat diberikan kesempatan oleh milisi Al Houthi untuk menelpon istrinya bahwa saat ini kapal kargonya sedang disandera.
Melalui istrinya, korban berharap agar pemerintah Indonesia dapat segera membantu melakukan langkah-langkah diplomasi karena situasi di Yaman sedang memanas.
“Kami terancam untuk dibunuh,” kata Surya Hidayat Pratama yang diceritakan oleh istrinya dalam laporan tertulis yang diterima trotoar.id, Sabtu (8/1/2022).
Sri Rahayu mengaku terakhir bicara dengan suaminya pada 8 Januari kemarin pukul 17.50 Wita melalui sambungan telepon dan mengabarkan bahwa suaminya bersama ABK yang lain masih disandera namun dalam keadaan sehat walafiat.
Adapun permintaan dari penyandera adalah memerintahkan Surya Hidayat Pratama menghubungi keluarganya beserta KBRI di Yaman untuk memastikan bahwa dirinya betul WNI asal Indonesia.
Korban berharap agar Pemerintah Indonesia segera melakukan langkah diplomasi dengan pihak pemerintah Yaman dan Houthi.
Langkah tersebut guna memberi jaminan bahwa benar Surya Hidayat Pratama adalah WNI.
Bahkan kabarnya fasilitas seperti bandar udara hancur dan fasilitas umum lainnya porak-poranda akibat situasi keamanan setempat yang tak terkendali.
Ditanggapi oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Rudianto Lallo bahwa pihaknya sementara mempelajari langkah seperti apa yang diambil guna memberikan rasa aman dan jaminan keselamatan terhadap ABK asal Makassar itu.
“Saya pelajari dulu,” tulisnya melalui pesan singkat kepada trotoar.id di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (9/1/2022).




Komentar