DOB Dianggap Bukan Solusi

Bagaimana Tanggapan Mahasiswa Papua Atas Rencana DOB

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 05 Februari 2022 21:54

Bendera Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) / trotoar/alam.
Bendera Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) / trotoar/alam.

MAKASSAR—Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan keputusan untuk membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua berasal dari aspirasi yang berkembang di masyarakat. 

Ide pemekaran diawali atas kedatangan 61 orang Papua yang diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara pada September 2019 silam. 

Namun hal tersebut justru bertentangan dengan keinginan pemuda utamanya mahasiswa. 

Salah satu komunitas yang memberi respons atas DOB adalah Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota Makassar.

Hal itu direspons melalui diskusi. DOB dianggap tak menjawab persoalan politik dan kemasyarakatan di Papua, kata seorang peserta diskusi yang akrab disapa Zaul. 

Baca Juga  PD Sulsel Konsolidasi, Tolak KLB

Di dalam asrama, secara berembuk mahasiswa Papua yang melakukan studi di Makassar ini membicarakan siasat Jakarta mengenai DOB yang dianggap tidak tepat.

“Keinginan itu hanya keinginan secara sepihak (Jakarta),” kata Zaul yang merupakan mahasiswa pascasarjana di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, Jumat (4/2).

Ia pelan-pelan mengurai satu per satu alasan mengapa mereka tak setuju DOB itu.

Pertama, kata Zaul, ada kelompok-kelompok masyarakat di Papua yang secara ilmu dan kemampuan belum siap, sehingga tak boleh dipaksakan.

Baca Juga  OPINI: Mengapa Rakyat Papua Memperingati 1 Desember Sebagai Hari Kemerdekaan?

“Sumber Daya Manusia (SDM) orang Papua sangat minim, tapi Jakarta memaksakan DOB ini, sehingga menjadi kejanggalan bagi bangsa Papua,” tuturnya.

Lebih jauh, mahasiswa Papua memandang DOB itu justru akan membawa malapetaka bagi bangsa Papua.

“Karena tidak memenuhi syarat SDM, bahkan populasi penduduk Orang Asli Papua (OAP) yang tidak mencukupi syarat pemekaran karena syarat pemekaran itu butuh populasi penduduk yang lebih dari 2 jutaan orang,” tambahnya.

Menurut Zaul, biang dari DOB adalah Jakarta yang seolah memaksakan.

Ia bahkan menyebut bahwa DOB sama sekali tidak memiliki dampak positif.

Baca Juga  Pj Dirut PDAM Makassar Sidak Pengerjaan Koneksi Pipa di Perintis Kemerdekaan

“Beberapa tahun jalannya Otsus (otonomi khusus) dan pemekaran, justru pembangunan di Papua tidak merata dan rakyat Papua masih miskin dan primitif,” ungkapnya.

Selain itu, Zaul juga berpendapat bahwa ada malapetaka dalam rencana DOB ini, “Dalam artian akan terjadi migrasi besar-besaran, genosida militerisme, pelanggaran HAM yang tidak terselesaikan, akan menambah lagi nantinya dan menghilangkan budaya tentunya,” kata dia.

Oleh karena itu, dalam diskusi itu memutuskan menolak rencana DOB di Papua, “DOB bukan solusi,” tutupnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional04 November 2026 04:06
Geger Penyadapan Presiden Prabowo, Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka
JAKARTA, Trotoar.id — Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah petinggi kepolisian mengguncang internal Mabes Polri. Tiga perwira tingg...
Politik03 November 2026 22:04
Hastang Mattanete Pimpin Golkar Pinrang, IAS Bidik Penambahan Kursi pada Pemilu 2029
PINRANG, Trotoar.id — Regenerasi kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Pinrang resmi memasuki babak baru. Hastang Mattanete ditetapkan sebagai Ketua ...
Politik03 November 2026 15:12
Musda Golkar Enrekang Ditunda, Calon Ketua Belum Kantongi Diskresi
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Enrekang yang dijadwalkan berlangsung Selasa (3/11/2026) res...
News02 November 2026 23:15
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Berduka, Kehilangan Sahabat Lama Arifuddin Daeng Situju
SIDRAP, Trotoar.id — Kepergian wartawan senior Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenreng Ra...