Trotoar.id, Makassar – Pasca beredar luasnya hasil survei cagub Sulsel yang dilakukan oleh Polmark Indonesia, Adnan dan Indah menggelar pertemuan.
Pertemuan keduanya terjadi di pelantikan pengurus PMI Kabupaten Luwu Utara yang dihadiri langsung g oleh Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo dan Indah Putri Indriani
Keduanya terlihat akrab, pada pertemuan tersebut, meski Adnan sebagai Ketua PMI Sulsel melantik Indah sebagai Ketua PMI Kabupaten Luwu Utara
Pada Survei agregasi elektabilitas yang dilakukan Polmark tercatat Adnan merupakan calon gubernur yang memiliki tingkat agregasi elektabilitas tertinggi yakni 12.4 persen dari 14 Tokoh yang masuk dalam rekam survei Polmark Indonesia
Sementara Indah Putri Indriani berada pada peringkat ke Delapan, dengan Agregasi elektabilitas sebesar 3,4 persen dan mengalahkan Ketua Golkar Sulsel yang cuma meraih 0,7 persen yang diperoleh dari tiga daerah pemilihan di Sulsel
Adnan dam Indah diketahui merupakan kader Partai Golkar, dimana saat ini Adnan masih tercatat sebagai Kader Partai Golkar dan Indah sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Luwu Utara
Dan jika keduanya berhasil berpasangan di Pilgub 2024 akan datang, maka dipastikan akan mampu membangun kekuatan Geopolitik, dimana keduanya bisa mewakili masing-masing daerah yang diwakilinya.
Pada survei agregasi Polmark di wilayah selatan Sulsel atau daerah pemilihan Sulsel I, yang terdiri dari Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar, dengan jumlah pemilih lebih dari 2 juta pemilih, Adnan mampu meraih agregrasi elektabilitas sebesar 28,4 persen
Sementara Indah di daerah Utara Sulsel atau dapil tiga, terdiri dari kabupaten, Sidrap, Wajilo, Enrekang, Pinrang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Tana Toraja dan Toraja Utara, dengan jumlah pemilih sekitar 2 Juta survei agregasi elektabilitas Indah mencapai 11,3 persen.
Pengamat politik Universitas Muhammadiyah, Luhur Priyanto menilai Keduanya pemimpin muda dan punya perbedaan geopolitik, dan mampu mewakili kaum muda atau milenial dalam kanca politik.
“Keduanya pemimpin muda, dan mereka bisa merepresentasi pemilih muda atau millenial, dan juga perpaduan geopolitik yang bisa mendukung keduanya, ” Katanya
Keduanya juga kata dia, merupakan figur pemimpin muda yang berpengalaman memimpin dengan rekam jejak kepemimpinan yang terukur dan memiliki prestasi.
Bahkan mereka juga memiliki peluang untuk dipinang oleh partai politik cukup terbuka. Meskipun sejauh ini, determinasi oligarki belum bisa dieliminasi dalam proses kaderisasi di partai politik.
“Keduanya punya peluang untuk diusung partai Politik maju di pilgub, karena mereka merupakan kepala daerah yang cukup memiliki prestasi,” Pungkasnya




Komentar