DPPA Makassar

Balita Dibawa Mengemis, Kadis PPPA Makassar Sebut Itu Eksploitasi Anak

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 07 April 2022 11:19

Balita Dibawa Mengemis, Kadis PPPA Makassar Sebut Itu Eksploitasi Anak

Makassar, trotoar.id – Fenomena balita dibawa mengemis oleh orang tua kerap terlihat di ruas dan perempatan jalan.

Hal itu dilakukan untuk meminta belas kasih pengendara yang melintas. Modus lainnya seperti mengelap kaca kendaraan, jualan tisu hingga mengedarkan kotak sumbungan dengan dalih pembeli beras.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Makassar, Achi Soleman mengatakan ini merupakan bentuk eksploitasi anak.

Seperti disampaikan saat mengisi podcast Smart FM bertajuk “Eksploitasi Anak Demi Rupiah”, Kamis (7/4/2022).

Dia menyayangkan sikap dari orang tuanya karena dengan tega membiarkan anak kandungnya untuk mengemis atau meminta-minta.

Padahal, seharusnya itu merupakan tahun di mana mereka belajar dan bermain.

“Miris saat berkendara di jalan maka kita temui minta belas kasihan dari pengguna jalan di peremlatan lampu merah. Itu bentuk eksploitasi terhadap anak,” ujarnya.

Achi mengungkap temuan sejumlah kasus yang diterima. Ada yang sampai dianiaya hingga memar lantaran tak mendapatkan uang dari hasil mengemis di jalan.

“Ini fakta, kami melihat anak ini dipaksa orang tuanya di persimpangan ruas jalan. Ini sempat kita ambil dalam keadaan memar kita sempat tanya ini kenapa biru dan lebam? Ternyata anak mengungkap kalau saya minta di jalan dan tidak mendapat uang sebesar Rp50 ribu saya dimarahi. Ini akibat pukulan dan siksaan si ibu. Seorang ibu tega,” sambungnya.

Hasil mengemis tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga keluarga. Bahkan untuk membayar cicilan motor dan arisan.

“Coba bayangkan dimana perasaan dan hati nurani ketegaan. Makanya mereka mengabaikan sekolah, ini juga butuh kerja keras ada kewajiban melakukan perlindungan anak,” jelasnya.

DPPA berupaya mencegah eksploitasi anak dengan meminta kerjasama masyarakat.

Caranya, jangan memberikan uang kepada pengemis di jalanan. Ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan.

“Ini perlu aksi bersama, bentuk upaya juga dengan tidak memberikan anak uang di jalan sangat membantu otomatis tidak akan tinggal di jalan,” katanya. (*)

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Politik20 Oktober 2026 15:07
Golkar Sulsel Tetapkan Musda Golkar Maros 2 November
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin, menetapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai G...
Metro20 Oktober 2026 12:54
Aliyah Mustika Ilham Hadiri Bali Tech Week 2026, Makassar Perkuat Peluang Kolaborasi Digital
BALI, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri pembukaan Bali Tech Week (BTW) 2026 yang berlangsung di Bali Beach Con...
Metro20 Oktober 2026 12:17
Appi Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Kinerja Jadi Penentu
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar memperpanjang masa perjanjian kerja 6.472 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Wa...
Politik20 Oktober 2026 12:01
IAS Wanti-wanti Musda Golkar Sulsel: Jangan Paksa Konsensus, Jaga Soliditas Kader
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi dan solid...