Trotoar..id, Makassar – Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian yang mampu menjaga stok pangan, utamanya beras, hingga tiba bulan terakhir Indonesia tidak lagi mengimpor beras dari luar.
Apresiasi tersebut disampaikan Joko Widodo di puncak perayaan Hari Keluarga Nasional ke 2o tahun yang dipusatkan di Kota Medan Sumatera Utara, Kamis 7 Juli 2022
Kita sekarang sudah tidak impor lagi beras dari luar biasanya kita impor 1,5 hingga 2 juta ton tetapi sekarang tidak lagi, Terima kasih Pak Menteri Pertanian,” Ucap Jokowi dalam Perayaan HKN 2022.
Jokowi Juga mengapresiasi para petani Indonesia, yang ikut berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat di tengah gejolak rantai pasok pangan dunia akibat konflik militer antara Ukraina dan Rusia.
Apa lagi dikatakan, , harga Pangan dunia mengalami kenaikan 30 hingga 50 persen, dan itu akibat gejolak perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina
Namun, kata Presiden, dilansir suara.com indonesia beruntung karena para petani terus berproduksi sehingga stok pangan, terutama beras, memenuhi kebutuhan domestik.
“Kita ini masih untung. Alhamdulillah, rakyat kita utamanya petani masih berproduksi beras dan sampai saat ini harganya belum naik. Semoga saja tidak naik. Karena stoknya selalu ada,” ungkap Presiden.
Berdasarkan data kementerian Pertanian produksi beras nasional pada tahun 2019 mencapai 31,31 juta ton, kemudian meningkat pada tahun 2020 menjadi 31,36 juta ton dan pada tahun 2021 sebesar 31,33 juta ton.
Ketersediaan dan harga beras yang relatif stabil di Indonesia, kata Presiden, patut disyukuri. Negara-negara lain di Afrika dan Asia, kata Presiden, mulai mengalami kekurangan pangan, bahkan kelaparan karena tersendatnya pasokan komoditas pangan.
Karena itu pula, Presiden menekankan pentingnya kemandirian pangan bagi masyarakat Indonesia. Presiden mengajak kepada seluruh bupati dan wali kota untuk memanfaatkan lahan-lahan sekecil di daerah masing-masing apa pun untuk ditanam bibit pangan sehingga dapat memproduksi kebutuhan pangan sehari-hari
Sementara itu, Mentan Syahrul mengatakan bahwa ketersediaan beras dalam kondisi aman pada tahun 2022 sehingga ke depan Indonesia tidak perlu impor.
Dikutip dari siaran pers Kementan, Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) Riyanto menyebutkan tercukupinya stok beras sebagai bukti keberhasilan kerja pemerintah dan Menteri Pertanian dalam menyelesaikan semua arahan dan perintah dari Presiden Jokowi.
“Biasanya Indonesia mengimpor beras. Akan tetapi, saat bersama Mentan SYL (Syahrul Yasin Limpo), saya lihat beras Indonesia cukup. Bahkan cenderung surplus atau jumlahnya berlebih. Semua bisa dikendalikan dalam waktu 3 tahun terakhir ini,” katanya. (Antara)




Komentar