Komnas HAM

Komnas HAM Rekomendasikan Pasal UU ITE Tidak Bertentangan Dengan UU Kebebasan Berpendapat 

Suriadi
Suriadi

Kamis, 28 Juli 2022 18:55

Nampak Kantor Komnas HAM RI
Nampak Kantor Komnas HAM RI

Trotoar.id, MAkassar – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI merekomendasikan agar kiranya pemerintah dan DPR RI melakukan kajian ulang terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Kedua UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam rekomendasinya Komnas Ham mengaku implementasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menimbulkan berbagai bentuk pelanggaran hak berekspresi sejak disahkan pada tahun 2008. 

Kajian dilakukan setelah Komnas HAM RI menerima 108 pengaduan terkait UU ITE sepanjang sejak tahun 2016-2021. 

“Hasil pengkajian dan penelitian Komnas HAM RI kali ini menyimpulkan bahwa RUU Perubahan UU ITE masih berorientasi pada pengekangan hak kebebasan berekspresi (interference oriented) dan belum berorientasi pada perlindungan hak kebebasan berekspresi (protection oriented),” Kata Sandrayati Moniaga dikutip pada Siaran Pers Komnas HAM RI 

Baca Juga  Komnas HAM Dalami Siapa Penembak Lain Brigadir J Selain Bharada RE

Sebab, lanjut dia, hal tersebut akan memberikan potensi membatasi hak kebebasan berekspresi secara berlebihan (“over limitation”). Jika pasal tentang pencemaran nama baik dipertahankan, maka definisi atau unsur pencemaran nama baik harus diuraikan secara jelas dan luas..

Baik itu dari unsur subjektif, objektif, maupun akibat yang ditimbulkan. Selain itu, perkara tersebut tidak lagi dimasukkan sebagai tindak pidana dengan ancaman sanksi pidana melainkan dimasukkan ke dalam perbuatan melawan hukum dengan pertanggungjawaban hukum yang bersifat keperdataan.

Baca Juga  Elektabilitas Adik SYL, Bertengker di Urutan Kedua

“Memperbaiki rumusan Pasal 40 ayat (2b) dengan menekankan bahwa lembaga yang diberikan kewenangan untuk melakukan internet shutdown adalah lembaga independen, dengan kewajiban memberikan informasi kepada publik mengenai alasan pemutusan jaringan internet baik mengenai lamanya waktu pemutusan, jangkauan wilayah yang diputus, serta dasar dan pertimbangan hukum dari kebijakan pemutusan tersebut.” Ungkapnya 

Untuk itu, setiap pembatasan akses internet harus diikuti oleh mekanisme pertanggungjawaban yang jelas sebagai bagian dari kewajiban negara dalam menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia setiap warga negaranya

Sehingga moratorium penerapan pasal-pasal bermasalah dari UU ITE untuk mencegah pelanggaran HAM sampai RUU ITE disahkan, serta menetapkan standar norma dan pengaturan Komnas HAM Nomor 5 Tentang Hak Atas Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi agar menjadi rujukan bagi pemerintah dan DPR dalam merumuskan kembali RUU ITE

Baca Juga  BPN: Sebut Tidak Benar Jokowi Tidak Gunakan Uang Di Pilgub DKI

“Moratorium penerapan pasal-pasal bermasalah dari UU ITE untuk mencegah pelanggaran HAM sampai RUU ITE disahkan,” Jelasnya pada poin ke lima rekomendasi Komnas HAM. 

Terakhir, ujar dia, Standar Norma dan Pengaturan (SNP) Komnas HAM Nomor 5 tentang Hak Atas Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi agar menjadi rujukan bagi pemerintah dan DPR dalam merumuskan kembali RUU ITE. 

Penulis : Upi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 14:26
Jelang HUT ke-27, DWP Sulsel Sambangi Dua Panti Asuhan dan Salurkan Bantuan
MAKASSAR, Trotoar.id — Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada Desember 2026 mendatang, DWP Provinsi Su...
Politik31 Oktober 2026 13:39
IAS Tegaskan Anggota Fraksi Golkar Jadi Prioritas Caleg Mendatang
MALINO, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menegaskan seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di DP...
Politik30 Oktober 2026 22:52
Golkar Sulsel Konsolidasikan Kekuatan di Malino, IAS Tekankan Soliditas dan Kesatuan Gerak
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memperkuat fondasi organisasi di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Melalu...
Hukum30 Oktober 2026 22:09
MK Tolak Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan DPRD hingga 2031, Nasib Transisi Pemilu Menunggu Regulasi
JAKARTA, Trotoar.id — Harapan memperpanjang masa jabatan anggota DPRD hasil Pemilu 2024 hingga 2031 belum menemukan kepastian hukum. Mahkamah Konsti...