Trotoar.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) menyebutkan Irjen Perry Sambo saat melakukan Tes PCR di rumah Pribadi dan Bukan di rumah dinas Lokasi terjadinya saling tembak antara Brigadir J dan Bharada E.
Hal itu diungkapkan Choirul Anam komisioner Komnas HAM lantaran banyak yang mempertanyakan hal tersebut termasuk pertanyaan dari sejumlah awak media.
“PCR Rombongan Ferdy Sambo di Rumah Pribadi, bukan di rumah dinas atau TKP , ” Ucap Choril Anam
Saat di rumah pribadi Ferdy Sambo, menurut Choirul, Yosua diketahui masih hidup setelah rombongan Irjen Ferdy Sambo pulang dari Magelang dan tiba di Jakarta.
“Setelah rombongan dari Magelang masuk Jakarta dan dilakukanlah PCR tersebut. Siapa saja yang PCR. Sepanjang yang ada dalam CCTV seperti kami sebutkan ada Ibu Putri, istrinya Pak Sambo, ada alm Josua, ada Bharada E, ada asistennya. Itu sepanjang itu,” rincinya, dikutip Kumparan.com
Meski demikian, Choirul mengaku pihaknya mendapat informasi lain soal keberadaan Sambo. Namun Hal itu akan dibandingkan dibandingkan dengan keterangan lain termasuk dari Sambo sendiri.
“Kami akan konfirmasi ini semua ke mereka, termasuk misalnya bagaimana dengan PCR Pak Sambo. PCR Pak Sambo akan kami konfirmasi ketika kami memeriksa Pak Sambo,” tandasnya.
Komnas HAM mengaku mendapat banyak pertanyaan terkait lokasi PCR Kadiv Propam nonaktif, Irjen Ferdy Sambo, saat insiden penembakan Brigadir Yosua. Lokasi PCR Sambo memang sempat jadi sorotan.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam kembali menegaskan, bahwa lokasi PCR Sambo berada di rumah pribadinya. Bukan di tempat insiden tewasnya Brigadir Yosua, yakni rumah dinas Sambo.
“Pertanyaan itu banyak sekali masuk ke kami sebenarnya sudah kami jelaskan bahwa PCR dilakukan bukan di rumah TKP. Tapi di rumah Duren Tiga, karena masih ada pertanyaan juga maksudnya apa. Duren Tiga itu rumah pribadi,” kata Choirul lewat tayangan Youtube Komnas HAM, Sabtu (30/7).




Komentar