Pemrov Sulsel

Penlok Rel KA Diserahkan, Tanggung Jawab Pemprov Rampung

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 06 Agustus 2022 17:00

Penlok Rel KA Diserahkan, Tanggung Jawab Pemprov Rampung

Trotoar.id Makassar — Surat Keputusan (SK) Penetapan Lokasi (Penlok) pembangunan rel Kereta Api (KA) Parepare-Makassar untuk segmen E Maros-Makassar telah terbit dan saat ini SK Penlok yang telah ditandatangani oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman telah diserahkan kepada Balai Kereta Api, Direkturat Perkereta Apian Kementerian Perhubungan RI.

Penyerahan SK Penlok KA kepada Balai Perkeretaapian di Sulsel telah dilaksanakan pekan ini.

“Kami sudah dapat informasi dari Dinas Perkimtan. Tim kajian sudah menyerahkan SK Penlok penyediaan lahan rel kereta api kepada balai kereta api,” ungkap Kepala Bidang Humas Diskominfo Sulsel Sultan Rakib, Sabtu (6/8/2022) di Makassar.

Dia mengatakan, setelah diserahkannya SK Penlok tersebut kepada pemerintah pusat melalui balai kereta api Sulsel, maka selesai sudah tugas Pemprov Sulsel dalam penyediaan lahan rel kereta api untuk segmen E.

Sultan mengungkapkan, berdasarkan aturan, dalam proses penyediaan lahan ada empat tahapan masing-masing;
Tahapan pertama adalah perencanaan, bertanggung jawab dalam hal ini balai perkeretaapian.

Dalam proses perencanaan penetapan lahan ini tentu berdasarkan pada RTRW nasional, provinsi dan kota / kabupaten.

Tahapan kedua adalah Persiapan, yakni Pengajuan dokumen perencanaan pada pemprov Sulsel berupa DPPT (dokumen perencaan pengadaan tanah).

“Output nya di sini adalah penlok. Nah sekarang penlok sudah selesai. Itu artinya tahap kedua telah selesai sisa dua tahapan lagi,” ujar Sultan.


Tapan selanjutnya, kata Sultan, Pelaksanaan. Yang linya domain di sini adalah BPN. Pihak BPN melaksanakan rangkaian kegiatan; seperti identifikasi inventarisasi lahan yang akan dibebaskan.

Mencatat yang bernilai ekonomis kemudian dieksekusi. Lamanya tergantung banyaknya bidang tanah dan kemudian berapa jumlah pemilik dan yang harus diidentifikasi. Waktu peniliayannya berkisar 40 hari atau kurang.

“Tahapan terakhir adalah penyerahan hasil, diserahkan hasil pengadaan tanah dari P2T (BPN) kepada balai kereta. Setelah itu balai atau kementerian perhubungan akan melaksanakan pembangunan rel,” ujar Sultan.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
News10 Agustus 2022 23:11
Sobat Muda Luwu Utara, Ayo Ikuti Lomba Video Kreatif Cegah Stunting
Trotoar.id, Luwu Utara --- Sobat muda kreatif Luwu Utara yang memiliki segudang ide, ayo ikuti Lomba Kreasi Video Cegah Stunting yang dilaksanakan DP3...
Metro10 Agustus 2022 17:26
Hadirkan Shelter Warga di Mariso, DPPPA Makassar Stop Kekerasan Perempuan Dan Anak
Trotoar.id, Makassar -- Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DPPA) Kota makassar terus mendorong terbentuknya Shelter warga untuk mence...
News10 Agustus 2022 17:13
Diskominfo-SP Sulsel Raih Penghargaan Dari Inspektorat Sulsel
Trotoar.id, Makassar - Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Provinsi Sulawesi Selatan (Prov. Sulsel) menjadi salah sa...
News10 Agustus 2022 17:10
Pimpin Rakor TPPO, Indah Dorong Peran Desa dan PAUD di Optimalkan
Trotoar.id, Luwu Utara -- Bupati Luwu Utara memimpin langsung pertemuan Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan ...