Trotoar.id, Makassar — Pencalonan Airlangga Hartarto untuk maju di PIlpres nampaknya kurang mendapat respon dari Masyarakat Sulawesi Selatan, meskipun Golkar merupakan partai pemenang pemilu tahun 2019.
Berdasarkan hasil Riset lembaga Script Survei Indonesia (SSI), Posisi Airlangga Hartarto mendapat dukungan 0.12 persen dan berada di peringkat paling buntut atau ke 15 dari 15 calon presiden yang mendapat dukungan masyarakat Sulsel
Bahkan Posisi Airlangga Hartarto terkalahkan dengan nama mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang berada di peringkat ketiga dengan dukungan sebesar 12,93 persen.
Baca Juga :
Sementara pada posisi pertama ada nama Prabowo Subianto dengan dukungan mencapai 29,63 persen posisi kedua Anies Rasyid Baswedan 17,80 persen peringkat keempat Ganjar Pranowo 8,54 persen dan di peringkat kelima Ridwan 7,93 persen
Kemudian di posisi keenam ada nama Sandiaga Salahuddin Uno dengan 3,54 persen, di posisi ketujuh ada nama Agus Harimurti Yudhoyono dengan dukungan 3,17 persen, di posisi kedelapan Andi Amran Sulaiman dengan dukungan 1,95 persen, posisi ke 10 ada Andika Perkasa 1,83 persen.
Selanjutnya di posisi ke 11 ada Susi Pudjiastuti 1,10 persen, di posisi ke 12 ada Mahfud MD 0,75 persen, di posisi 13 ada Puan Maharani 0.37 persen dan di posisi ke 14 ada nama Khofifah Indar Parawansa 0,12 persen.
Survei yang dilaksanakan pada 5 hingga 25 September 2022 dengan mengambil sampel responden sebanyak 820 warga Sulsel secara acak dengan metode Multistage Random Sampling dengan jumlah yang proporsional dan toleransi kesalahan ‘margin of error’ sebesar kurang lebih 3,5%.
Direktur Eksekutif SSI Yuhardin memaparkan Populasi survei ini adalah warga Negara Indonesia yang sudah berumur 17 tahun atau lebih dan sudah menikah ketika survei dilakukan.
“survei kami ini menyasar pemilih berusia 17 tahun dengan responden 820 orang, yang dilakukan pada 5 hingga 25 September 2022,” Kata Yulhardin Direktur Eksekutif
Dari hasil Survei yang di gelar SSI, dapat disimpulkan jika perangkat politik Partai Golkar tidak bekerja maksimal dalam mengawal apa yang keputusan partai Golkar mengusung Airlangga Hartarto mau di pilpres 2024 akan datang.




Komentar