Pemda Lutra

Bupati Lutra: Tenaga Pendamping Gizi Berhasil Tekan Angka Stunting

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 10 Desember 2022 20:44

Bupati Lutra: Tenaga Pendamping Gizi Berhasil Tekan Angka Stunting

Trotoar.id, Luwu Utara — Tujuh bulan bertugas di Luwu Utara sepuluh tenaga pendamping gizi desa berhasil menekan angka stunting di sepuluh desa lokus stunting.

Hal itu disampaikan saat penarikan saat Penarikan tenaga pendamping gizi desa program Aksi Stop Stunting
gerakan masyarakat mencegah stunting di Kabupaten Luwu Utara.

Program ini adalah inisiasi pemerintah provinsi sulawesi Selatan melalui dinas Kesehatan.

Sedikitnya ada sepuluh tenaga pendamping yang dikirim Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan ke Luwu Utara yang di sebar di 10 desa lokus stunting di empat kecamatan, diantaranya Kecamatan Sabbang Selatan, Malangke Barat, Masamba dan Kecamatan Rongkong.

“Cukup banyak dampak positif dari program ini, yang paling penting bagaimana tindak lanjutnya di desa, karena paling tidak sudah ada ilmu pengetahuan yang ditransfer oleh para pendamping ini” kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dalam sambutannya saat penarikan tenaga pendamping gizi desa di Kantor Bupati Luwu Utara. Sabtu (10/12/2022)

Dalam kegiatan itu, Indah juga menyampaikan peran pemerintah desa, ibu PKK, Dasawisma sangat penting dalam hal penanganan stunting.

” Karena yang paling dekat dengan masyarakat tukan mereka. PKK, dasa wisma juga harus aktif di wilayah masig masing untuk memberikan edukasi kepada msyarakat. Saya senang mendapat laporan ada desa yang ibu PKK nya juga turun mendampingi tenaga pendamping gizi desa ke rumah rumah,” tutur ibu dua anak itu.

“Kita harap pemerintah desa, PKK Desa ini benar benar mengenali dan mengetahui kondisi sosial, ekenomi dan kesehatan masyarakatnya. Harus tahu berapa ibu hamil, berapa balita, remaja putri. Masalah stunting hulunya bukan hanya di ibu hamil saja, tapi juga remaja putri, karena mereka benar benar harus siap. Jika gizi remaja putri tidak diperbaiki, maka di masa yang akan datang akan menambah calon ibu yang beresiko” sambung bupati perempuan pertama di Sulsel itu.

Indah berharap, program Aksi Stop Stunting dari dinas kesehatan Sulawesi Selatan ini kedepan bisa terus berlanjut dengan mengirimkan tenaga tenaga pendamping di desa desa yang juga menjadi lokus desa stunting.

” Yang kita harapkan bagaimana program ini terus bekesinambungan, melihat hasil yang dicapai dari program ini sangat memberi dampak positif dalal penurunan angka stunting di Luwu Utara,” tutup Indah.

Sekedar diketahui selama tujuh bulan melakukan pendampingan di 10 desa lokus, tenaga pendamping gizi desa bisa menurunkan prevalensi stunting sekitar 7,8 persen. (*)

Penulis : LH

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Agustus 2026 21:37
Live di Kompas TV, Appi Bongkar Cara Lontara Plus Satukan 358 Aplikasi dan Aduan Warga
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi memaparkan transformasi digital Pemerintah Kota Makassar di hadapan publik nas...
Metro27 Agustus 2026 21:34
Buka Citra Beauty Fair 2026, Aliyah Mustika Ilham Dorong Industri Kecantikan dan Ekonomi Lokal
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham membuka secara resmi Citra Beauty Fair 2026, Rabu (26/8/2026). Ajang yang digel...
Daerah27 Agustus 2026 21:31
Jejak JICA 30 Tahun di Barru, Dari Air Bersih hingga Peluang Kerja ke Jepang
BARRU, Trotoar.id — Jejak kerja sama Kabupaten Barru dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) kembali terungkap setelah sejumlah alumni ...
Metro27 Agustus 2026 14:18
130 Rumah Tangga di Gowa dan Bantaeng Dapat Bantuan Listrik Gratis dari Pemprov Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperluas akses energi listrik bagi masyarakat yang belum menikmati penerangan se...