Trotoar.id, — Sejak pandemi, sepertinya daya tahan tubuh semua orang mengalami penurunan. Sedikit saja perubahan cuaca, apalagi untuk anak-anak, pasti saja memberi pengaruh terhadap tubuh.
Dari mulai batuk, flu, hingga demam. Tak heran berbagai peralatan pengecekan kesehatan sederhana, seperti termometer, wajib ada di rumah.
Salah satu termometer yang banyak dimiliki di rumah adalah jenis termometer telinga. Cara penggunaannya yang praktis, sert1a akuratnya hasil yang diberikan merupakan alasanya.
Tak hanya itu saja, harga termometer telinga juga cukup terjangkau. Anda pun bisa membelinya di mana saja. Baik itu di apotek atau pun secara online di marketplace.
Terkait termometer telinga, tahukah Anda fakta-fakta mengenainya? Untuk menambah wawasan Anda, berikut ini adalah beberapa fakta mengenai termometer telinga yang wajib Anda ketahui.
- Sesuai namanya, termometer telinga merupakan salah satu jenis termometer. Alat ini bisa mengukur suhu tubuh kita. Cara mengukurnya yakni dengan memasukkan bagian ujung dari termometer tersebut ke dalam lubang telinga.
- Termometer telinga disebut juga sebagai termometer timpani. Hal tersebut karena termometer ini mengukur suhu tubuh kita melalui suhu dari gendang telinga atau membran timpani.
- Termometer telinga menggunakan alat pengukur berupa sensor inframerah. Bagian inilah yang akan memindai suhu dari gendang telinga atau membran timpani.
- Termometer telinga banyak disukai atau digunakan karena bisa memberikan hasil pengukuran yang lebih akurat dan cepat. Hasil pengukurannya ini bisa muncul dalam hitungan detik. Tentu saja hasil akurat dan cepat ini bisa terjadi jika alatnya digunakan dengan cara yang benar.
- Selain karena cepatnya dalam mengukur, termometer telinga juga banyak dipilih orangtua untuk anak-anaknya karena dianggap lebih higienis, lebih nyaman saat digunakan, dan juga mudah serta praktis.
- Meski banyak yang menyetujui bahwa hasil pengukuran termometer telinga lebih akurat, ada beberapa ahli medis yang menyebutkan sebaliknya. Menurut mereka, angka hasil pengukuran tersebut tidaklah lebih akurat daripada hasil pengukuran termometer rektal, termometer oral, ataupun hasil pengukuran termometer jenis lain. Mungkin lebih tepatnya, termometer telinga memberikan hasil yang lebih cepat.
- Termometer telinga biasanya memberikan angka pengukuran yang tidak akurat saat digunakan untuk mengukur suhu tubuh anak yang usianya di bawah 6 bulan. Jadinya, untuk menghindarkan kesalahpahaman ada baiknya termometer telingan tidak digunakan untuk mengukur suhu tubuh anak di bawah usia tersebut.
- Hal yang paling logis yang membuat termometer telinga sebaiknya tidak digunakan pada bayi di bawah usia 6 bulan adalah karena ukuran dari saluran telinga bayi di usia ini masih sangat sempit untuk dimasuki termometer.
- Hasil pengukuran suhu tubuh dari termometer telinga bisa tidak akurat juga karena cara penggunaannya yang salah. Misalnya saja menempatkan termometernya pada posisi daun telinga atau lubang telinga yang tidak sebagaimana mestinya.
- Hal lain yang bisa membuat hasil pengukuran termometer telinga tidak akurat juga adalah banyaknya kotoran di telinga serta keadaan telinga yang terlalu lembap.
- Supaya hasil pengukuran termometer telinga bisa akurat, sebelum mengukurnya pastikan keadaan telinga sedang tidak menggunakan obat tetes telinga; telinga tidak dalam keadaan kotor karena terlalu banyak kotoran; telinga sedang mengalami infeksi; telinga tidak sedang berdarah atau ada cairan lain; telinga tidak sedang sakit; serta telinga tidak sehabis dioperasi.
- Cara penggunaan termometer telinga yang baik.
- Pertama-tama bersihkan bagian ujung termometer telinga dengan menggunakan air atau dengan cairan alkohol.
- Anda lalu harus menarik bagian atas dari daun telinga menuju ke atas dan arah belakang.
- Setelah itu bagian ujung termometer telinga dimasukkan ke dalam lubang telinga perlahan-lahan.
- Kemudian, ujung termometer tersebut ke arah gendang telinga. Ingat, bagian sensor termometer telinga haruslah mengarah ke bagian saluran telinga dan bukan ke bagian dinding telinga.
- Nah jika posisinya sudah tepat, nyalakan termometer telinga tersebut. Lalu tunggu hingga tanda pemindaiannya selesai. Biasanya hingga terdengar bunyi bip.
- Barulah Anda bisa melepaskan termometer tersebut dari lubang telinga. Angka pengukuran pun akan terbaca sebagai suhu dari tubuh yang diukur.
- Hasil pengukuran suhu tubuh dipengaruhi banyak faktor. Misalnya saja adalah usia, lingkungan atau tempat tinggal, serta waktu pengecekan suhu tubuh.
- Suhu normal anak-anak dan orang dewasa rata-rata antara 36,5 – 37,5 derajat Celcius. Suhu tubuh normal kita biasanya lebih rendah pada pagi hari. Dan jauh lebih tinggi saat malam hari. Adapun kita disebut demam jika suhu tubuh hasil pengukuran di atas 38 derajat Celcius dalam rentang waktu yang cukup lama, dan bukan sesaat saja.
- Jika suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius, apalagi dalam waktu yang lama, segera minum obat penurun demam. Jika demamnya tak kunjung turun, segera juga periksakan ke dokter. Terlebih jika disertai gejala yang lain. Misalnya saja seperti ruam, sakit kepala yang parah, bahkan hingga kejang.
Itu dia fakta-fakta mengenai termometer telinga. Anda harus tahu mengenai semuanya. Sudahkah Anda memiliki termometer jenis ini di rumah? Jika belum, ayo beli sekarang di Blibli. Berbagai merk termometer telinga berkualitas tersedia di Blibli. Belanja di Blibli aman dan nyaman!




Komentar