Trotoar.id, Makassar – Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi selatan, Fermina Tallulembang mempertanyakan masuknya Virus Jembrana ke Sulsel yang mengakibatkan matinya 300 ekor hewan ternak di Sulsel
‘Ini baru saya dapat infonya, dan kita akan segera melakukan koordinasi dinas Peternakan untuk mengantisipasi penyebaran virus Jembrana tersebut,” Katanya ang
Matinya 300 ekor hewan ternak merupakan peristiwa yang mengagetkan, sebab peristiwa tersebut ini menjadi ancaman bagi peternak hewan di Sulsel
Baca Juga :
Berdasarkan data, yang bersumber sumber media, menyebutkan jika virus Jembrana telah tersebar di 13 kabupaten kota di Sulsel, jelas hal itu sangat mengkhawatirkan
“Apalagi sudah tersebar di 13 kabupaten ini sudah membahayakan, kami juga heran kenapk kerang pengiriman sapi dari luuar Sulsel kembali dibuka, ” Katanya
Dia melanjutkan, jika kerang pengiriman sapi atau jual beli antar pulau sudah di tutu0, tetapi toh masih ada saja yang membandel hingga virus itu merebak di Sulsel
“Saya kira dengan merebaknya virus PMK, kran sapi impor dari luar Sulsel di larang, tapi toh kok bisa ada sapi impor masuk ke Dulsel,” Tanya fermina usai menghadiri perayaan Ulang Tahun Partai Gerindra di Sekretariat DPD Partai Gerindra Sulsel.
Olehnya itu dia berharap agar kiranya pemerintah segera membentuk tim dan melakukan pengawasan untik memperketat
sapi yang diperjual belikan ke Kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Termasuk mengawasi distribusi daging sapi yang berasal dari daerah yang terjangkit penyakit ini.
“Karena sapi Bali ini dipelihara perorangan bukan berkelompok jadi agak sulit dikontrol sehingga butuh penanganan yang serius oleh dinas terkait,.” Ucapnya
Kami meminta langkah penanganan penyakit ini bisa lebih ketat dari Penyakit kuku dan mulut nantinya. Kita minta tim kesehatan juga melakukan uji lab untuk dampak jika mengkonsumsi daging sapi yang terjangkit penyakit ini.



Komentar