Trotoar.id, Makassar – – Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi selatan mengaku jika akibat Virus Jembrana jumlah hewan yan terinfeksi dma mati jumlahnya terus bertambah
Bahkan hingga saat ini jumlah sapi bali yang mati karena virus yang datang dari Nyamuk dan lalat sudah mencapai 500 ekor.
“Iya benar jumlahnya bertambah menjadi 500 ekor sapi bali yang mati akibat virus Jembrana, ” Kata Kepala Dinas Peternakan provinsi Sulsel Nurlina Saking di Gedung DPRD Sulsel.
Baca Juga :
Dia menyebutkan, sapi yang mati akibat virus Jembrana tersebut berada di sejumlah daerah di Sulsel seperti Kabupaten Pangkep, Barru, Pinrang, Maros, Sidrap, Sinjai, Bulukumba, Soppeng, Bone, Wajo, Takalar, Gowa, dan Luwu,
Meski jumlah hewan ternak yang mati akibat virus Jembrana tersebut, pihak pemerintah provinsi masih menganggap kejadian tersebut merupakan peristiwa yang belum masuk kategori darurat
“Belum masuk kategori darurat, kita akan usulkan setelah melihat dan melakukan evaluasi bersama dengan Tim darurat PMK juga kita libatkan dalam mengantisipasi penyebaran virus tersebut,” Ucapnya
Sedikit dijelaskan jika penyebaran virus Jembrana Ini mayoritas menyerang hewan ternak geng sapi bali, dan proses penyebarannya melalui lalat kalau siang hari dan malam hari melalui gigitan nyamuk.
Soal dampak dan bahaya bagi manusia terhadap daging sapi yang terjangkit virus Jembrana ini, menurutnya belum ada temuan, bahkan pihanya masih melakukan pendataan




Komentar