Categories: Daerah

Luwu Utara Kembali Diterpa Banjir 20 Kios Terendam

Pemda Luwu Utara

Trotoar.id, Luwu Utara,- Luapan air yang terjadi pada Minggu (26/2) sore kemarin menyebabkan jalan menuju Kantor Bupati Luwu Utara tak bisa dilalui.

Bahkan, luapan tersebut merembes hingga ke Jalan Trans Sulawesi tepatnya di sepanjang jalan depan SPBU Baliase yang menyebabkan sekira 20 kios terendam banjir.

“Mudah-mudahan dengan kejadian banjir ini, membuat masyarakat yang sedang dan telah melakukan pembangunan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi berpikir ulang untuk melanjutkan dan menetap di lokasi tersebut,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ahmad Yani di Masamba, Senin (27/2).

Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ini juga mengatakan, sesuai instruksi Bupati Luwu Utara, pihaknya akan segera melakukan edukasi sekaligus mengeluarkan surat edaran terkait bangunan depan SPBU Baliase yang tidak memiliki PBG (Persetujuan Bangunan Gedung).

“Terkait bangunan tersebut, kami pastikan tidak memiliki PBG. DPMPTSP tidak pernah mengeluarkan dan pasti menolak jika ada permohonan PBG di Ruang Terbuka Hijau,” tegasnya.

Sementara itu terkait dengan tambang yang diduga menjadi penyebab banjir, Ahmad Yani mengatakan izin tersebut akan berakhir di 2023 dan tidak akan diperpanjang lagi sesuai dengan instruksi Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

“Setelah diinventarizir izin tambang (tanah timbunan) akan berakhir di 2023, dan saat ini DLH sedang bersurat ke Dinas ESDM dan DPMPTSP Provinsi untuk tidak memperpanjang ijinnya sesuai instruksi ibu bupati. Untuk ijin perumahan, kami juga sudah komunikasi dengan developernya. Dan akan dilakukan evaluasi terkait dokumen lingkungan khususnya saluran pembuang,” jelas Ahmad Yani.

Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara, Muslim Muchtar mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Intensitas hujan yang sangat tinggi kurang lebih dua jam terakhir, pukul 15.30 sampai 17.30 WITA menyebabkan jalan ke kantor bupati terputus tidak bisa dilalui kendaraan kurang lebih 1 jam. Kemudian box culvert kecil, sehingga tdk mampu menyalurkan debit air, yang diperparah dengan potongan kayu yang menyumbat box culvert sehingga air merembes hingga ke Jalan Trans Sulawesi depan SPBU Baliase,” kata Muslim.

Untuk penanganan mendesak, Muslim menyebut, dibutuhkan pelebaran saluran air/ box culvert, baik di Jalan Simpurusiang menuju kantor bupati, maupun saluran air yang ada di Jalan Trans Sulawesi Kelurahan Baliase.

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Ketua DPRD Sulsel Hadiri Sertijab Danlanud Sultan Hasanuddin

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, A Rachmatika Dewi, menghadiri kegiatan ramah tamah…

4 jam ago

Reses di Pampang, Warga Curhat ke Hj Umiyati Soal Sapi Berkeliaran

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, kembali melaksanakan reses masa persidangan ketiga…

4 jam ago

Apresiasi Program P2P, Wabup Edy Manaf Ajak Peserta Jadi Agen Demokrasi

Bulukumba, Trotoar.id – Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif…

4 jam ago

Pemkab Luwu Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah melalui Program MASSIPA’NA

LUWU , TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu terus mendorong inovasi di bidang lingkungan melalui program…

4 jam ago

Reses Odhika di Tamalanrea–Biringkanaya, Warga Soroti Sampah hingga UMKM

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan kembali melaksanakan reses ketiga masa…

4 jam ago

Warga Makassar Kini Bisa Sidang di Kantor Dukcapil

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menghadirkan inovasi…

4 jam ago

This website uses cookies.