Trotoar.id, Makassar – Wakil ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif menyoroti soal penerimaan calon peserta didik tingkat SM dan SMK seSulawesi Selatan Tah ajarn2023/2024
Dia menyebut menyebut proses penerimaan siswa baru ah ajaran 2023/2024 masih menyisahkan banyak persoalan.
Hingga berbagai keluhan dari orang tua siswa terkait proses penerimaan Siswa baru tingkat SMA /SMK yang dilaksanakan oleh dinas pendidikan, yang mengacu pada peraturan menteri pendidikan Kebudayaan No. 14 Tahun 2018 menimbulkan berbagai masalah.
Baca Juga :
“Proses penerimaan siswa baru tingkat SMA /SMK tidak profesional, termasuk kepala sekolah yang ada di daerah membuat amburadul pelaksanaan siswa Baru,’ kata Syahar
Politisi partai Nasdem ini juga menyatakan, penerimaan siswa baru yang diterapkan pemerintah provinsi dengan beberapa jalur amburadul
Pasalnya ada beberapa siswa yang seharusnya masuk dalam wilayah jalur zonasi tidak masuk, yang harusnya masuk jalur Prestasi justru yang masuk orang yang tidak masuk di jalur tersebut
“Salah satu penyebabnya lantaran sering terjadi perubahan komposisi yang dilakukan diknas sulsel sehingga mempengaruhi padahal seharusnya setiap tahun kita sudah semakin bagus penerimaan PPDB nya karena penganggaran juga sudah cukup besar,” ucapnya.
Lanjutnya, jika bercermin pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya justru tahun 2023 semakin tidak tertata rapi sehingga menimbulkan keresahan bagi para orang tua siswa di Sulawesi Selatan dan banyak muncul seperti rasa ketidak percayaan kepada penyelenggara.
“Ada salah satu contoh media sosial yang menggelitik karena orang tua siswa mengukur secara manual dari rumahnya ke sekolah untuk mengukur jalur zonasi dan ini menjadi salah satu bukti jika penerimaan siswa baru tahun 2023 semakin amburadul,” tegasnya.(*)
Diketahui pada proaes penerimaan siswa baru, pemerintah menerapkan lima jalur untuk calon siswa SMA dan Empat i tuk jalur siswa didik SMK diantaranya jalur Zonasi, Domisili, Afirmasi, Akademik, Prestasi, dan jalur khusus sementara SMK 4 jalur PPDB SMK Jalur Afirmasi, Jalur akademik, jalur prestasi, dan jalur khusus namun dinilai pelaksanaan yang amburadul.




Komentar