Trotoar.id, Luwu Utara — Puncak peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-756 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-78 di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, disemarakkan dengan defile yang mengesankan.
Para peserta dari berbagai daerah memukau penonton dengan pakaian adat tradisional masing-masing, namun yang paling mencuri perhatian adalah Pemda Luwu Utara yang memamerkan Pakaian Kulit Kayu Khas Kecamatan Rampi.
Defile ini menjadi ajang Pemda Lutra untuk mempromosikan budaya dan kearifan lokal khas Luwu Utara.
Baca Juga :
Staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Utara menjadi model yang mengenakan Pakaian Kulit Kayu Khas Rampi. Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menyampaikan bahwa pemilihan pakaian ini sebagai bentuk kebanggaan masyarakat Tana Luwu yang unik, terbuat dari kayu, dan kini telah memikat hati mancanegara.
“Ini bagian dari sumbangsih untuk kemajuan peradaban Tana Luwu. Dengan menjaga dan mempromosikan budaya dan kearifan lokal khas Luwu Utara,” ujar Indah Putri Indriani di Stadion Andi Hasan Opu Hatta.
Pakaian khas Rampi ini juga diakui sebagai bagian dari melestarikan warisan leluhur dan identitas lokal. Defile juga menampilkan tari tradisional khas Kecamatan Seko sebagai wujud kekayaan budaya Tana Luwu.
Defile dihadiri oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bachtiar Baharuddin, dan Kepala Daerah se-Luwu Raya, Kolaka, serta Kolaka Utara. Acara ini menunjukkan semangat bersama dalam merayakan peringatan HJL dan HPRL, serta sebagai sarana mempromosikan kekayaan budaya dan kearifan lokal Tana Luwu.




Komentar