Trotoar.id, Makasar — Anggota DPRD Kota Makassar, HM Yunus, mengingatkan orang tua yang beragama Islam pentingnya mengajarkan kepada anak-anak tentang Al-Quran.
Saat ia menyelenggarakan agenda Fungsi Pengawasan dalam Rangka Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Al-Quran, di Hotel Grand Palace, pada hari Kamis (25/1/2024).
Legislator dari fraksi Hanura Makassar ini menyatakan bahwa pendidikan tentang Al-Quran sangat penting bagi anak-anak, terutama dalam mempelajari cara membaca Al-Quran.
Baca Juga :
“Karena membaca ayat-ayat Al-Quran membawa pahala yang besar. Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan anak-anak kita menjadi buta huruf Al-Quran,” katanya.
HM Yunus juga menekankan bahwa Al-Quran memiliki kekuatan untuk menenangkan hati dan menjadi pedoman hidup bagi umat Islam.
“Ketika kita membaca Al-Quran, kita merasakan kedamaian yang dapat menenangkan hati kita saat sedang gelisah atau marah,” tambahnya.
Ia juga mendorong orang tua untuk mulai mengajarkan anak-anak mereka membaca Al-Quran sejak usia dini, terutama karena banyaknya guru mengaji yang tersedia di Makassar.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan tidak ada yang tidak bisa. Kita harus mulai mengajarkan anak-anak kita sejak dini,” tegasnya.
Sirajuddin Abu menambahkan bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup bagi setiap Muslim, dan Perda ini mengatur banyak kewajiban bagi umat Islam dalam membaca dan menulis Al-Quran.
“Kita harus memahami bahwa Al-Quran memberikan banyak petunjuk dalam kehidupan kita, dan kita harus menjaga teguh ajaran-ajaran Al-Quran,” ujarnya.
Zubaedah menekankan pentingnya pemahaman masyarakat Muslim terhadap Perda tentang pendidikan baca tulis Al-Quran, dan bahwa pemerintah kota telah mengeluarkan Perda ini sebagai pengingat bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup bagi umat Muslim.
“Pemerintah kota membuat Perda ini untuk mengingatkan kita bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup kita sebagai umat Muslim. Oleh karena itu, mari kita terus membaca Al-Quran,” tutupnya. (*)



Komentar