Trotoar.id, Makassar – Setelah gelaran Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sulawesi Selatan (Sulsel) berakhir, para calon legislatif (caleg) terpilih mulai mengarahkan perhatiannya pada Pilkada Serentak yang akan datang.
Dengan penyelesaian proses demokrasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, kini para politisi yang meraih dukungan masyarakat menjadi wakil rakyat di Lembaga Legislatif memfokuskan perhatian pada proses lanjutan pembangunan politik di daerah.
Apa lagi mereka yang terpilih pada Pemilu tahun ini ini harus mengundurkan diri sebagai caleg terpilih lantaran yang diatur dalam UU adalah mereka yang telah menyandang status Anggota DPRD
Para caleg terpilih menyadar, jika pentingnya Pilkada Serentak sebagai momentum untuk memilih pemimpin daerah yang akan mengemban amanah untuk lima tahun ke depan.
Di tengah proses peralihan kekuasaan yang berlangsung, para caleg terpilih mulai menyusun strategi dan program kerja mereka sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat.
Mereka berkomitmen untuk menjalankan amanah yang telah diberikan oleh pemilih dengan penuh dedikasi dan integritas.
Selain mempersiapkan diri secara individu, para caleg terpilih juga berkolaborasi dengan partai politik dan koalisi yang mendukungnya untuk memastikan kesuksesan dalam Pilkada Serentak mendatang.
Mereka menekankan pentingnya kerja sama dan solidaritas dalam upaya mencapai kemenangan yang diinginkan oleh masyarakat.
Dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks, para caleg terpilih menegaskan komitmen mereka untuk menjadi wakil rakyat yang berintegritas dan mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat dengan segenap kemampuan yang dimiliki.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, para caleg terpilih bersama-sama menyongsong Pilkada Serentak di Sulsel sebagai momentum penting dalam pembangunan politik dan demokrasi di daerah.
Mereka meyakini bahwa dengan kerja keras dan dukungan masyarakat, Sulawesi Selatan akan terus maju dan berkembang menuju masa depan yang lebih cerah.
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Alauddin Firdaus Muhammad menilai langkah caleg terpilih untuk kembali mencalonkan diri sebagai Cakada itu wajar-wajar saja, akan tetapi ada beberapa faktor yang harus dilihat bagi mereka, khususnya Faktor finansial yang utama.
“Tidak ada garansi terpilih sebab konteks pilkada dan pileg berbeda, misalnya soal dapil pileg dan pilkada beda,” katanya
“Ada caleg berhasil ke senayan tapi gagal jika masuk pilgub seperti NH. dulu gagal di pilgub tapi berhasil ke senayan. Sementara SYL berhasil ke pilgub hingga 2 periode tapi gagal ke senayan.” Tambahnya
Namun caleg terpilih berpotensi tergoda maju pilkada karena gengsi dan strategi menangnya beda. Tentu basis suaranya di pileg jadi modalnya maju di pilgub. NH. TP hingga RMS bakal bidik pilgub.
Direktur Nurani Startegi Nurmal Idrus Mengungkapkan jika caleg terpilih yang akan maju dipilkada serentak merupakan hal yang wajar karena kontestasi pilkada tak jauh beda dengan pemilu.
“Tentu para caleg yang sukses di pemilu, mereka telah mempunyai basis startegi yang bagus sehingga mereka merasa punya kemampuan untuk melewati tantangan pilkada.”kata Nurmal Idrus




Komentar