MAKASSAR, TROTOAR.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan target partisipasi pemilih sebesar 80 persen pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang.
Target ambisius ini diungkapkan oleh Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) KPU Sulsel, Hasruddin Husain, saat menghadiri dialog di warung kopi yang digelar oleh KPU Kota Makassar.
“Target partisipasi pemilih pada Pilgub tahun ini sebesar 80 persen, dan target tersebut berdasarkan evaluasi capaian partisipasi pemilih pada pemilu kemarin,” kata Hasruddin.
Baca Juga :
Untuk mencapai target tersebut, KPU Sulsel, bersama KPU kabupaten/kota, akan fokus pada pemilih Gen Z yang cenderung apatis terhadap politik.
Selain itu, mereka akan memberikan edukasi dan pembekalan politik kepada kelompok minoritas, termasuk penyandang disabilitas.
Hasruddin juga menyoroti perbedaan partisipasi antara Pemilu legislatif dan Pilkada.
Untuk Pilgub dan Pilkada kabupaten/kota, KPU Sulsel telah mengembangkan program pendidikan pemilih berkelanjutan dan terintegrasi yang disebut “Grebeg”.
Program “Grebeg” melibatkan seluruh KPU kabupaten/kota di 24 kabupaten/kota dan 313 kecamatan, dengan tujuan menyampaikan informasi secara menyeluruh hingga tingkat desa.
“Gagasan baru di Pilkada Serentak ini adalah pendidikan pemilih berkelanjutan dan terintegrasi satu sama lain. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Makassar, tetapi juga di seluruh kabupaten/kota dan kecamatan dengan anggaran dari KPU Sulsel,” tambah Hasruddin.
Salah satu inisiatif yang diusung adalah “Cafe Demokrasi,” yang dilakukan di berbagai tempat untuk memberikan pendidikan politik secara informal namun efektif.
“Sebelumnya, KPU kabupaten/kota, provinsi, kecamatan, dan desa/kelurahan melakukan kegiatan secara terpisah. Dengan pelibatan secara internal ini, diharapkan tidak ada simpul yang terputus atau informasi dalam setiap tahapan,” jelasnya.
Dengan program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan, KPU Sulsel optimis bahwa target partisipasi pemilih sebesar 80 persen dapat tercapai, memastikan proses demokrasi berjalan lancar dan partisipatif.




Komentar