Trotoar.id, Bantaeng — Erwin (33) tiba-tiba muncul di tengah kerumunan warga yang berkumpul menyambut kunjungan Ilham Azikin di Desa Bonto Cinde pada Jumat, 28 Juni 2024.
Ia membawa seorang bocah laki-laki berusia lima tahun bernama Muhammad Adrial Faiz.
“Masih ingat dengan anak ini, Pak?” tanya Erwin saat bertemu Ilham Azikin.
Baca Juga :
Bagi Erwin, Ilham Azikin dan bocah lima tahun itu memiliki ikatan emosional. Lima tahun lalu, Erwin bertemu dengan Ilham Azikin di sebuah rumah di Desa Bonto Cinde saat membawa istrinya yang sedang hamil. Erwin bahkan ingat tanggal dan jam pertemuan itu.
“Waktu itu, saya tanya ke Pak Ilham, anak saya akan lahir laki-laki atau perempuan? Saya jawab laki-laki, Pak. Lalu Pak Ilham bilang, insya Allah laki-laki,” kata Erwin.
Erwin tidak menyangka tebakan Ilham Azikin itu benar. Beberapa jam setelah pertemuan itu, anaknya lahir. Bagi Erwin, pertemuan dengan Ilham Azikin saat itu adalah berkah bagi keluarganya.
“Saya ingat, saya bertemu Ilham Azikin pada tanggal 1 Juli 2018, jam 4 sore. Tanggal 2, jam 2 tengah malam, anak ini akhirnya lahir. Berkah ini, Pak,” kata Erwin.
Sejak saat itu, Erwin menganggap Ilham Azikin sebagai bagian dari keluarganya. Ia merasa tidak akan pernah meninggalkan Ilham Azikin. Bagi dia, pertemuan itu adalah ikatan persaudaraan.
“Insya Allah, Pak. Saya tetap setia. Kita mi bagian yang membawa kebaikan bagi keluarga saya,” kata dia.
Erwin berharap Ilham Azikin dapat terus melanjutkan pembangunan di Bantaeng. Ia menyebut banyak hal yang telah dibawa oleh Ilham Azikin saat memimpin Bantaeng, salah satunya adalah program kesehatan gratis untuk masyarakat.
“Saya memilih Ilham Azikin bukan hanya karena kedekatan emosional. Saya memang suka dengan program kesehatan gratisnya. Banyak orang di desa ini terbantu karena program kesehatan gratis itu,” kata dia.
Ilham Azikin mengaku sangat dekat dengan Erwin. Ia lalu mendoakan agar anak laki-laki Erwin bisa lebih baik dari dirinya. Ia berharap Erwin bisa menyekolahkan anaknya dengan baik.
“Semoga anak ini bisa lebih baik dari saya. Sekolahkan dengan baik,” katanya.
Ilham Azikin menambahkan bahwa kelahiran anak laki-laki Erwin bukan karena dirinya. Ia mengaku menebak kelahiran anak itu berdasarkan ciri fisik ibu yang mengandung.
“Bukan karena saya, memang ada ciri-ciri dari ibunya,” kata dia.
Ia menambahkan bahwa secara medis, fisik ibu yang mengandung anak laki-laki berbeda dengan yang mengandung anak perempuan.
“Ada ciri-cirinya. Misalnya wajahnya lebih bercahaya. Bukan karena saya,” canda Ilham Azikin sambil tertawa.
Dalam kesempatan itu, Ilham Azikin mengaku senang bisa berkumpul bersama warga di Desa Bonto Cinde.
Ia banyak bercerita tentang berbagai program yang telah dijalankan, salah satunya adalah program kesehatan gratis.
“Tidak ada warga Bantaeng yang harus bayar kalau sakit. Semua biaya BPJS sudah ditanggung oleh pemerintah. Tidak ada biaya yang dibayar.
Ini bukan jumlah uang yang sedikit yang diberikan pemerintah untuk kita semua. Semoga kita tidak terbebani biaya kesehatan lagi,” kata dia.
Ilham Azikin juga mengajak warga di Desa Bonto Cinde untuk menjaga kedamaian dan tidak saling bertengkar karena perbedaan pilihan.
“Jangan saling mengejek karena pilihan. Mari kita jaga kedamaian di kampung ini. Jika ada orang yang datang membawa cerita buruk, tinggalkan saja. Lebih baik kita menjaga kedamaian di kampung ini,” katanya. (*)




Komentar