Pemprov. Sulsel

BPS: Inflasi Sulsel Agustus 2024 Capai 1,77 Persen, Deflasi Terjadi di Sebagian Besar Wilayah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 02 September 2024 23:35

BPS: Inflasi Sulsel Agustus 2024 Capai 1,77 Persen, Deflasi Terjadi di Sebagian Besar Wilayah

Trotoar.id, MakassarBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Agustus 2024 mencapai 1,77 persen secara year on year (yoy). Inflasi year to date (ytd) berada di angka 0,61 persen.

Sementara itu, secara month to month (mtm), Sulsel mengalami deflasi sebesar 0,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,61.

Dari delapan kota yang tercakup dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulsel, tujuh di antaranya mengalami deflasi pada Agustus 2024.

Deflasi terdalam terjadi di Watampone, mencapai 0,28 persen, sedangkan deflasi terendah tercatat di Luwu Timur dan Kota Makassar dengan 0,02 persen. Sebaliknya, Kabupaten Wajo mengalami inflasi sebesar 0,22 persen.

Kepala BPS Sulsel, Aryanto, menjelaskan bahwa deflasi ini terutama disebabkan oleh penurunan harga di kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Komoditas utama yang berkontribusi terhadap deflasi pada Agustus 2024 antara lain bawang merah, tomat, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras,” ungkap Aryanto dalam konferensi pers terkait indikator strategis BPS Sulsel yang berlangsung di Ruang Bawakaraeng, Kantor BPS, Senin, 2 September 2024.

Aryanto juga mengulas perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Sulsel yang turun 0,22 persen pada Agustus 2024 menjadi 117,24, dibandingkan dengan Juli 2024 sebesar 117,49.

Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang dibayar petani (Ib) turun lebih besar (0,43 persen) dibanding indeks harga yang diterima petani (It) yang turun sebesar 0,22 persen.

“Dari lima subsektor pertanian, tiga di antaranya mengalami penurunan NTP. Subsektor Tanaman Hortikultura mencatat penurunan terbesar dengan 5,01 persen, diikuti Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat dengan 1,29 persen, dan Subsektor Peternakan turun 1,23 persen.

Sementara itu, Subsektor Tanaman Pangan dan Subsektor Perikanan mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,95 persen dan 0,15 persen,” jelas Aryanto.

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga mengalami penurunan sebesar 0,52 persen pada Agustus 2024, menjadi 119,84, dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 120,47.

Di sisi lain, daerah perdesaan di Sulsel mengalami deflasi sebesar 0,34 persen pada Agustus 2024.

Terkait perkembangan ekspor dan impor, BPS Sulsel mencatat bahwa nilai ekspor melalui Pelabuhan Sulsel pada Juli 2024 mencapai USD 173,66 juta, sedikit menurun 0,24 persen dibandingkan dengan Juni 2024 yang sebesar USD 174,08 juta.

Komoditas utama yang diekspor pada bulan tersebut adalah nikel, besi dan baja, biji-bijian berminyak, ikan dan udang, serta kakao/cokelat.

Ekspor terbesar Sulsel ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Untuk impor, nilai barang yang dibongkar di beberapa pelabuhan di Sulsel pada Juli 2024 mencapai USD 101,80 juta, meningkat signifikan sebesar 29,66 persen dibandingkan dengan Juni 2024.

Komoditas utama yang diimpor meliputi gandum, olahan makanan hewan, gula, bahan bakar mineral, dan mesin-mesin.

Mayoritas impor berasal dari Brazil, Tiongkok, Australia, Singapura, dan Federasi Rusia.

Secara keseluruhan, neraca perdagangan Sulsel mencatatkan surplus sebesar USD 71,87 juta pada Juli 2024.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, turut hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasinya kepada BPS.

Ia menyatakan bahwa data yang dihasilkan BPS merupakan fondasi penting bagi perencanaan dan pengambilan kebijakan di Sulsel.

“Data ini mencerminkan kondisi sosial ekonomi Sulsel dan menjadi panduan bagi langkah-langkah strategis yang akan diambil,” ujarnya.

Jufri juga menekankan bahwa arahan dari Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakhrulloh, adalah agar data ini dapat digunakan secara optimal untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

“Semoga para petugas statistik terus berkomitmen dalam memberikan data yang akurat dan sesuai dengan kondisi lapangan,” tutupnya.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah05 Juni 2026 21:03
Pemkab Luwu dan PT Masmindo Perkuat Fordes MATAPPA, Luncurkan Program Jaga Desa
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area memperkuat Forum Desa (Fordes) MATAPPA sekaligus meluncurkan Program Jaga ...
Metro05 Juni 2026 21:00
Wawali Makassar Buka Simposium Nasional IKARGI XIII dan Konferensi Internasional 2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, resmi membuka The 13th National Symposium of the Indonesian Association of De...
Metro05 Juni 2026 20:56
Di Forum RUU Pangan, Wali Kota Makassar Tawarkan Solusi Smart Greenhouse
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menawarkan solusi pertanian modern berbasis smart greenhouse dalam forum kunjungan ker...
Nasional05 Juni 2026 20:37
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
JAKARTA,TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Boga Group membuka peluang kerja bagi masyarakat lanjut usia melalui...