Pilgub Sulsel

Danny Pomanto: Wisata Halal Kurang Tepat untuk Toraja, Fokus pada Fasilitas Muslim

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 07 Oktober 2024 15:33

Danny Pomanto: Wisata Halal Kurang Tepat untuk Toraja, Fokus pada Fasilitas Muslim

Toraja Utara, Trotoar.id – Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Muh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, menegaskan bahwa istilah “Wisata Halal” tidak relevan untuk diterapkan di Toraja.

Hal ini disampaikan saat bertemu tokoh masyarakat dan pengurus Badan Pengelola Sinode (BPS) Gereja Toraja di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, pada Senin (07/10).

Menurut Danny, istilah tersebut kurang sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat, yang mayoritas warganya memeluk agama non-Muslim dan memiliki tradisi lokal yang kuat.

“Istilah Wisata Halal kurang tepat untuk Toraja, karena secara sosial-kultural tidak memiliki ruang di sini. Namun, tentu fasilitas seperti restoran, kuliner, dan akomodasi halal tetap penting bagi wisatawan muslim yang berkunjung ke daerah ini,” ungkap Danny.

Sebagai Wali Kota Makassar dua periode, Danny juga menyoroti potensi besar wisata Toraja yang membutuhkan dukungan pemerintah agar bisa lebih berkembang.

Ia percaya bahwa dengan intervensi yang tepat, sektor pariwisata di Toraja dapat menjadi penggerak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

“Potensi wisata Toraja sangat besar, dan dengan dukungan pemerintah, terutama dari Pemprov, potensi ini bisa lebih dioptimalkan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal,” jelasnya.

Menurut Danny, pengembangan pariwisata di Toraja sebaiknya berfokus pada penyediaan fasilitas yang lengkap dan representatif, agar seluruh wisatawan dapat menikmati destinasi ini dengan nyaman.

Asri Tadda, Juru Bicara Danny Pomanto – Azhar Arsyad, menambahkan bahwa pariwisata merupakan salah satu program unggulan pasangan calon yang dikenal dengan sebutan “DIA” ini.

Mereka bertekad memperkuat sektor pariwisata yang diyakini dapat menjadi pilar penting bagi ekonomi Sulawesi Selatan.

“Pengembangan pariwisata di Sulsel harus selaras dengan kondisi sosial-kultural setempat agar tidak menimbulkan kontroversi. Yang paling penting adalah bagaimana menghadirkan konsep wisata yang aman, nyaman, dan inklusif, sehingga dapat dinikmati baik oleh wisatawan muslim maupun non-muslim,” tutup Asri.

Program pariwisata pasangan Danny-Azhar akan berfokus pada penguatan fasilitas dan akomodasi, memastikan bahwa seluruh kalangan wisatawan dapat menikmati keindahan Sulawesi Selatan tanpa harus terhalang perbedaan budaya atau agama. (*)

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah27 Juni 2026 18:50
Bupati Barru Buka Festival Bintang anak Mallusetasi
BARRU, TROTOAR..ID — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, secara resmi membuka Festival Bintang Anak Mallusetasi yang diselenggarakan Forum Anak Sul...
Daerah27 Juni 2026 18:31
Bupati Barru Bersama Cillelang Fishing Lepas Anak Penyu
BARRU, TROTOAR.ID — Upaya pelestarian lingkungan kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Barru. Pemerintah Kabupaten Barru bersama Polres Barr...
Metro27 Juni 2026 17:55
Walikota Makassar Kukuhkan Pengurus Dewan Kesenian
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melantik Pengurus Dewan Kesenian Makassar (DKM) periode 2026–2031 di Mall Phinisi Po...
Politik27 Juni 2026 15:45
Kantongi Diskresi, Dukungan IAS Terus Bertambah
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pasca terbitnya “surat sakti” berupa diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, peta dukungan menjelang Musy...