
Makassar, Trotoar.id – Debat perdana Pilkada Makassar 2024 yang digelar di Hotel Dalton, Sabtu (26/10/2024), langsung menarik perhatian audiens dengan perbedaan mencolok dalam penyampaian visi-misi antar pasangan calon.
Tema debat ini, yaitu “Peningkatan Kesejahteraan melalui Pelayanan Inklusif dalam Bingkai NKRI,” menjadi dasar paparan visi-misi setiap kandidat.
Pasangan calon nomor urut 1, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham, memaparkan visi-misi mereka dengan membaca dari catatan, namun waktu yang terbatas membuat penyampaiannya kurang tuntas.
Hal serupa terjadi pada pasangan nomor urut 3, Indira-Ilham, dan pasangan nomor urut 4, Amri-Rahman, yang juga terlihat kurang maksimal memanfaatkan waktu yang diberikan.
Sebaliknya, pasangan nomor urut 2, Andi Seto Asapa dan Rezki Mulfiati Lutfi, tampil percaya diri tanpa mengandalkan catatan. Seto dan Rezki menguraikan visi-misi mereka,
“Harmoni Makassar Nyaman,” dengan lancar, mengusung konsep masa depan kota yang inklusif, aman, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, bahkan dengan visi untuk menghadapi era 2034.
Mantan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa, menegaskan pentingnya kesiapan digital bagi seluruh warga Makassar.

Menurutnya, kota ini harus siap memasuki era mobil terbang dan kecanggihan teknologi yang semakin terintegrasi, agar mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
“Kami membayangkan Makassar ke depan menjadi kota yang tidak hanya mengembangkan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat kesiapan digital warga untuk menghadapi perubahan,” ujar Seto.
Rezki Mulfiati Lutfi, calon wakilnya, menambahkan bahwa visi mereka akan mengutamakan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem perkotaan yang berkelanjutan.
Ia menggarisbawahi pentingnya akses pendidikan digital dan layanan kesehatan inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat.
“Harmoni Makassar Nyaman adalah fondasi bagi semua warga Makassar agar tidak hanya merasa nyaman, tetapi juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan terlibat dalam transformasi kota,” jelas Rezki.
Sebagai penutup, Rezki menyampaikan bahwa pasangan ini memiliki rencana konkret untuk memudahkan pelaku usaha kecil dan besar beradaptasi dengan teknologi.
Visi ini diharapkan akan memajukan Makassar dan menjadikannya kota modern yang siap menghadapi tantangan global pada tahun 2034.
“Komitmen kami adalah memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi, agar mereka siap menyambut era baru dengan optimisme,” pungkas Rezki.

