Pemprov Sulsel

Sekda Sulsel Lepas Jenazah Raja Gowa XXXVIII Andi Kumala Idjo

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 29 November 2024 13:56

Sekda Sulsel Lepas Jenazah Raja Gowa XXXVIII Andi Kumala Idjo

Makassar, Trotoar.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menghadiri prosesi pelepasan jenazah Raja Gowa XXXVIII, PYM Sombayya Ri Gowa Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Sultan Malikussaid II. Acara berlangsung khidmat di Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Jumat (29/11/2024).

Dalam prosesi tersebut, keluarga kerajaan secara resmi menyerahkan jenazah kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, diwakili oleh Jufri Rahman, untuk dimakamkan di Kompleks Pemakaman Keluarga Raja-raja Gowa di Masjid Tua Al Hilal, Katangka.

“Tadi telah dilaksanakan prosesi pelepasan jenazah Raja Gowa ke-38, Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Sultan Malikussaid II. Beliau akan dimakamkan di area Masjid Tua Katangka bersama keluarga besar Raja-raja Gowa,” ujar Jufri.

Hadirnya Pejabat dan Tokoh Penting
Prosesi pelepasan jenazah dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Komandan Satbrimob Polda Sulsel, Kapolda Sulsel, Wakasdam XIV Hasanuddin, serta pejabat lainnya.

Kehadiran para pemimpin ini mencerminkan penghormatan yang tinggi terhadap sosok almarhum sebagai pemimpin adat dan simbol budaya Gowa.

Sosok Penyabar dan Bijaksana
Jufri Rahman mengenang almarhum sebagai pribadi yang penuh kebijaksanaan, penyabar, dan pemaaf.

Ia mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Andi Kumala Idjo, yang sering memberinya nasihat melalui pesan singkat.

“Beliau adalah sosok sabar dan baik hati. Jika ada hal yang menurutnya riskan, beliau selalu mengingatkan saya, biasanya lewat WhatsApp. Beliau dikenal sebagai orang yang pemaaf dan mampu menerima segala perlakuan dengan lapang dada,” ungkap Jufri.

Jufri juga menyatakan bahwa almarhum diterima dengan baik oleh masyarakat karena sifatnya yang rendah hati dan selalu peduli terhadap orang lain.

Kehilangan Besar bagi Masyarakat Gowa
Kepergian Andi Kumala Idjo dinilai sebagai kehilangan besar bagi masyarakat Gowa.

Sebagai pemimpin adat, ia dikenang karena kepribadiannya yang ramah dan kepemimpinannya yang bijaksana.

“Masyarakat Gowa sangat kehilangan sosok pemimpin yang sabar, pemaaf, dan bijaksana. Beliau adalah teladan yang mampu menjalin hubungan baik dengan semua orang,” tambah Jufri.

Acara ini menutup babak penting dalam sejarah Kerajaan Gowa, sekaligus mengingatkan masyarakat akan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh almarhum Raja Gowa XXXVIII.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah27 Mei 2026 00:57
Bupati Barru Tegaskan Call Center 112 Harus Responsif dan Berdampak Nyata
Barru, Trotoar.id — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan layanan Call Center 112 harus berjalan optimal, responsif, dan benar-benar membe...
News27 Mei 2026 00:54
Bupati Barru Terima Hadi Tjahjanto, Bahas Investasi hingga Penguatan Konektivitas Daerah
Barru, Trotoar.id — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menerima kunjungan mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (28/1/2...
News27 Mei 2026 00:52
Barru Raih UHC Awards 2026, Tegaskan Komitmen Perluasan Akses Layanan Kesehatan
Jakarta, trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori madya atas keberhasilan mem...
News27 Mei 2026 00:49
Barru Luncurkan Call Center 112, Perkuat Respons Darurat dan Digitalisasi Layanan Publik
Barru, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis di sektor pelayanan publik melalui peluncuran layanan d...