Pemprov Sulsel

DLHK Sulsel Tanam Lebih dari 12,5 Juta Pohon untuk Pemulihan Hutan dan Lingkungan Hidup

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 10 Desember 2024 15:25

DLHK Sulsel Tanam Lebih dari 12,5 Juta Pohon untuk Pemulihan Hutan dan Lingkungan Hidup

Makassar, Trotoar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) terus menggencarkan program rehabilitasi hutan dan lahan untuk meningkatkan fungsi ekologis dan mendukung sistem penyangga kehidupan.

Program bertajuk Sulsel Menanam ini telah berhasil menanam lebih dari 12,5 juta pohon di berbagai wilayah, termasuk hutan rakyat, daerah aliran sungai (DAS), dan kebun bibit rakyat.

Pada tahun 2024, penanaman pohon dilakukan di hutan rakyat seluas 40 hektare yang tersebar di delapan kabupaten, yakni Gowa, Jeneponto, Sinjai, Kepulauan Selayar, Maros, Barru, Sidrap, dan Luwu.

Sebanyak 16.000 bibit pohon dari berbagai jenis ditanam, seperti mahoni, durian, jati putih, jabon merah, jambu mete, rambutan, alpukat okulasi, hingga pala dan manggis.

DLHK juga bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang Saddang untuk menanam 2,38 juta pohon di kebun bibit rakyat.

Program ini menyasar 12 kabupaten/kota, termasuk Takalar, Bone, Sinjai, Palopo, Parepare, hingga Luwu Utara.

Selain itu, DLHK menggandeng sejumlah perusahaan untuk melakukan rehabilitasi DAS, dengan total lebih dari 10 juta bibit pohon. Di antaranya:

  1. PT Vale Indonesia: Rehabilitasi seluas 14.000 hektare di Barru, Bone, Enrekang, Luwu Timur, dan beberapa wilayah lainnya. Sebanyak 8,75 juta bibit ditanam, termasuk jenis mahoni, pinus eucalyptus, dan sempaka.
  2. PT Wijaya Eka Sakti: Penanaman di area seluas 338 hektare di Bone dengan 211.250 bibit, seperti kemiri, durian, matoa, dan jambu mete.
  3. PT Citra Lampia Mandiri: Penanaman seluas 1.100 hektare di Luwu Timur, melibatkan 1,21 juta bibit, termasuk bitti, nyatoh, cempedak, rambutan, dan jengkol.

Kepala DLHK Sulsel, Andi Hasbi, menegaskan bahwa upaya rehabilitasi ini merupakan salah satu fokus Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakrulloh.

“Penanaman pohon secara masif ini menjadi bagian penting untuk mendukung pemulihan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.

Hasilnya, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Sulsel tahun 2024 meningkat signifikan menjadi 75,69 poin, melampaui target nasional sebesar 74,39 poin.

Capaian ini juga lebih baik dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 74,30 poin, menempatkan Sulawesi Selatan di peringkat ke-18 dari 38 provinsi di Indonesia dengan kategori baik.

Program Sulsel Menanam tidak hanya bertujuan menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 Mei 2026 21:53
Pelantikan Ketua KNPI Sulsel Dihiasi Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 m...
Daerah05 Mei 2026 18:09
Evaluasi PAD Triwulan I, Syaharuddin Alrif Instruksikan OPD Akselerasi Penggunaan QRIS
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan un...
Politik05 Mei 2026 17:47
Tiga Ketua Umum KNPI Resmi Lantik Vonny Ameliani Pimpin KNPI Sulsel 2026–2029
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan periode 2026–20...
Metro05 Mei 2026 17:11
Pemprov Sulsel Perkuat Integrasi Pengelolaan SDA Jeneberang, Sidang TKPSDA Bahas Sistem Informasi dan Kolaborasi Nasional
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui Sidang Tim Koordinasi Pen...