Uang Palsu

Penyidik Polres Gowa Periksa Anhar Hingga Subuh Terkait Kasus Uang Palsu

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 27 Desember 2024 17:46

Penyidik Polres Gowa Periksa Anhar Hingga Subuh Terkait Kasus Uang Palsu

Gowa, Trotoar.id – Penyidik Polres Gowa terus mendalami peran pengusaha (ASS) dalam jaringan pembuatan uang palsu yang diduga dicetak di lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).

Anhar hadir di Polres Gowa pada Jumat (26/8/2024) didampingi kuasa hukumnya dan menjalani pemeriksaan intensif hingga pukul 04.00 WITA, Sabtu (27/8/2024).

Kapolres Gowa menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara maraton untuk mendalami dugaan keterlibatan ASS sebagai pemberi modal dalam pengadaan mesin cetak uang yang bernilai ratusan juta rupiah.

Baca Juga  Polda Sulsel Tetapkan Tiga Pengusaha Kosmetik Sebagai Tersangka Kasus Penggunaan Merkuri

“Pemeriksaan dilakukan hingga subuh untuk mengetahui sejauh mana peran ASS. Berdasarkan keterangan sementara, ia disebut sebagai pemberi modal pembelian mesin cetak dan bahan untuk cetak uang palsu, tersebut,” ungkap Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa status ASS saat ini masih sebagai saksi dalam kasus pengungkapan jaringan percetakan uang palsu yang beroperasi di lingkungan kampus.

Baca Juga  Polda Sulsel Tetapkan Suami Rika Sebagai Tersangka Penggelapan Dana Nasabah BRI

“ASS disebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP) beberapa tersangka sebagai pihak yang mendanai pembelian mesin cetak. Namun, kami masih mendalami perannya lebih lanjut,” tambahnya.

Sebelumnya, Polres Gowa telah melayangkan surat panggilan kepada ASS, tetapi ia baru memenuhi panggilan pada Jumat kemarin. Saat hadir, ASS langsung menjalani pemeriksaan mendetail oleh penyidik.

Baca Juga  Usai di Lantik DP Dijadwalkan Menjalani Pemeriksaan di Polda Sulsel

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih terus menggali informasi dan bukti baru untuk mengungkap kasus ini.

Sementara itu, masyarakat menunggu klarifikasi resmi dari Annar Salahuddin Sampetoding terkait tuduhan yang mengarah padanya.

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan nama besar seorang pengusaha yang juga dikenal sebagai politisi yang beberapa kali mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah.

Penulis : ***

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...