Pagar Laut

Kasus Pagar Laut Tangerang: Menteri ATR/BPN Copot 8 Pejabat dan Rekomendasikan Sanksi

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 30 Januari 2025 16:05

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengambil langkah tegas dengan mencopot delapan pejabat ATR/BPN
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengambil langkah tegas dengan mencopot delapan pejabat ATR/BPN

Jakarta, Trotoar.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengambil langkah tegas dengan mencopot delapan pejabat ATR/BPN buntut terbitnya Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di pesisir laut Tangerang yang dinilai melanggar aturan.

Keputusan ini diambil setelah Kementerian ATR/BPN melakukan audit investigasi, yang mengungkap adanya pelanggaran serius dalam penerbitan sertifikat tersebut. Akibatnya, enam pegawai dicopot dari jabatannya, sementara dua lainnya dijatuhi sanksi berat.

“Kami memberikan sanksi berat berupa pembebasan dan penghentian dari jabatan kepada enam pegawai yang terbukti terlibat, serta sanksi berat kepada dua pegawai lainnya,” ujar Nusron dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Nusron menjelaskan bahwa delapan pejabat tersebut telah diperiksa oleh Inspektorat ATR/BPN, dan saat ini sedang menunggu proses penerbitan Surat Keputusan (SK) pencopotan serta pemberian sanksi.

Baca Juga  RMS Jemput Surya Paloh Bersama Rombongan

Berikut inisial dan jabatan mereka:

  • JS – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang saat kasus terjadi
  • SH – Eks Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran
  • ET – Eks Kepala Seksi Survei dan Pemetaan
  • WS – Ketua Panitia A
  • YS – Ketua Panitia A
  • NS – Panitia A
  • LM – Eks Kepala Survei dan Pemetaan setelah ET
  • KA – Eks Plt. Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran

“Delapan orang ini sudah diberikan sanksi oleh inspektorat dan saat ini sedang dalam proses penerbitan SK pencopotan jabatan mereka,” tambah Nusron.

Selain menindak pejabat internal, Nusron juga merekomendasikan pencabutan lisensi Kantor Jasa Survei Berlisensi (KJSB) RMLP—perusahaan swasta yang bertanggung jawab atas survei dan pengukuran dalam kasus ini.

Baca Juga  Tuntutan JPU Keliru, Hakim PN Jakpus Vonis Bebas Ina

Langkah ini menegaskan komitmen Kementerian ATR/BPN dalam menegakkan aturan tata ruang dan pertanahan, terutama dalam menindak penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan lingkungan serta kepentingan publik.

Baca Juga  DPRD Sulsel Tolak Usulan Pembelian Helikopter
Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...