MAKASSAR, TROTOAR.ID – Jumat pagi yang cerah di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, menjadi saksi hangatnya silaturahmi Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dengan jajaran pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulsel.
Suasana akrab menyelimuti pertemuan yang membawa misi perdamaian: merayakan Dharma Santi, penutup Hari Raya Nyepi.
Sebanyak 12 pengurus PHDI hadir, termasuk tujuh wanita dari Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI).
Bukan sekadar agenda audiensi, pertemuan ini menyatukan nilai-nilai luhur keagamaan dengan semangat kolaborasi antarpemeluk agama.
Fatmawati Rusdi menyampaikan rasa hormatnya atas komitmen umat Hindu menjaga harmoni di Sulsel.
“Kami sangat terbuka untuk bersinergi. Kerukunan adalah pondasi pembangunan kita bersama,” ujar Fatmawati dengan penuh empati.
Sementara itu, Gede Durahman, Ketua Harian PHDI Sulsel yang juga Sekretaris FKUB, memaparkan bahwa Dharma Santi akan dimulai dengan open house di Pura Giri Nata, Sabtu pukul 10 pagi, lalu dilanjutkan dengan acara puncak pada 19 April di Luwu Timur.
“Dharma Santi bukan sekadar acara, tapi perwujudan silaturahmi lintas keyakinan. Seperti minal aidzin wal faidzin, ini adalah momentum saling memaafkan dan introspeksi diri,” katanya.
Lebih jauh, Gede menegaskan bahwa pelaksanaan Dharma Santi akan digelar di tengah masyarakat desa, bukan hotel mewah. Sebab bagi mereka, merayakan kebhinekaan harus dimulai dari akar rumput.
“Di sana ada UMKM, pemberdayaan umat, ekonomi kerakyatan yang bergerak. Ini bukan sekadar seremonial, tapi gerakan nilai,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan undangan langsung kepada Wakil Gubernur untuk hadir di Luwu Timur, sekaligus menyampaikan pujian atas keteladanan Fatmawati Rusdi.
“Beliau pemimpin yang moderat dan humanis. Kehadiran beliau memberi semangat bagi umat minoritas,” tutup Gede.
Pertemuan itu ditutup dengan doa dan foto bersama, memperkuat pesan bahwa Sulawesi Selatan adalah rumah damai bagi semua keyakinan.




Komentar