Madinah, Trotoar.id – Masjid Nabawi, yang terletak di Kota Madinah, Arab Saudi, menjadi salah satu tempat suci terpenting bagi umat Islam.
Hingga ribuan calon jamaah haji dari penjuru dunia memadati Masjid Rasulullah tersebut.
Masjid Nabawi juga tidak hanya dikenal karena sejarahnya yang agung, tetapi juga karena keutamaannya dalam memberikan pahala ibadah yang luar biasa bagi jamaah.
Baca Juga :
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, disebutkan bahwa sholat di Masjid Nabawi memiliki ganjaran yang jauh lebih besar dibandingkan dengan sholat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.
“Sholat di masjidku ini lebih utama dari seribu sholat di masjid lainnya, kecuali di Masjidil Haram.” (HR Bukhari)
Keutamaan ini ditegaskan pula dalam buku Yang Disenangi Nabi SAW dan yang Tak Disukai karya Adnan Tharsyah, yang menjelaskan bahwa kelebihan tersebut berkaitan dengan pahala, bukan pengganti sholat yang ditinggalkan.
Artinya, meskipun sholat di Masjid Nabawi dihitung bernilai seribu kali lipat dari masjid lain, kewajiban sholat tidak dapat digantikan begitu saja.
Saat berada di Madinah, para jemaah haji dianjurkan menunaikan sholat arbain—yaitu melaksanakan 40 kali sholat fardhu berjamaah tanpa terputus di Masjid Nabawi selama delapan hari berturut-turut. Amalan ini disebutkan dalam hadits:
“Siapa yang sholat di masjidku ini empat puluh sholat tanpa tertinggal satu pun, maka akan dicatat baginya keselamatan dari neraka, bebas dari azab, dan terbebas dari sifat munafik.” (HR Ahmad)
Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa sholat arbain bukanlah bagian dari rukun atau syarat sah haji.
Karenanya, jemaah yang sakit, lanjut usia, atau tidak mampu, tidak perlu memaksakan diri.
Masjid Nabawi dibangun oleh Rasulullah SAW tak lama setelah beliau hijrah ke Madinah, tepatnya pada bulan Rabiul Awal.
Lahan tempat masjid berdiri merupakan milik Bani Najjar, yang secara sukarela mewakafkan tanah mereka demi mendukung perjuangan dakwah Rasulullah SAW.
Awalnya, bangunan Masjid Nabawi sangat sederhana: berdinding tanah, beratap pelepah kurma, dan berlantaikan batu.
Ukurannya hanya sekitar 35 x 30 meter. Namun seiring waktu, terutama pada tahun ke-7 Hijriah, masjid diperluas untuk menampung jumlah umat yang kian bertambah. Pembebasan lahan perluasan masjid saat itu dibiayai oleh Utsman bin Affan RA.
Kini, Masjid Nabawi telah berubah menjadi salah satu kompleks masjid termegah di dunia, menjadi destinasi utama umat Islam yang menunaikan ibadah haji dan umrah, serta pusat spiritual yang menenangkan bagi siapa pun yang mengunjunginya.




Komentar