Makkah, Arab Saudi – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji yang akan berlangsung pada 5 hingga 10 Juni 2025, Pemerintah Arab Saudi memperketat sistem pengamanan dan pelayanan di berbagai titik penting, seperti Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan lebih dari 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia yang akan melaksanakan rukun haji, termasuk wukuf di Arafah pada 5 Juni, lempar jumrah di Mina, serta mabit di Muzdalifah.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengerahkan puluhan ribu personel keamanan, termasuk pasukan khusus, patroli berkuda, dan sistem pemantauan berbasis teknologi tinggi.
Baca Juga :
Kamera CCTV, drone pemantau, serta pos keamanan tambahan disiagakan selama 24 jam di titik-titik rawan kemacetan dan kepadatan.
“Kami memastikan bahwa seluruh prosedur keamanan berjalan ketat namun tetap ramah jamaah. Fokus utama kami adalah keselamatan dan kenyamanan seluruh tamu Allah SWT,” ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Selain pengamanan fisik, layanan kesehatan dan logistik juga ditingkatkan. Lebih dari seribu ambulans dan ratusan tim medis siaga di setiap wilayah penting.
Petugas juga menyediakan fasilitas tenda berpendingin, air minum, makanan siap saji, hingga layanan informasi dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah asal Indonesia untuk mematuhi arahan petugas, menjaga kesehatan, dan tidak memaksakan diri dalam kondisi cuaca ekstrem.
“Jamaah diharapkan tetap tenang, tertib, dan fokus pada ibadah. Kami sudah berkoordinasi dengan otoritas Saudi untuk memastikan layanan maksimal selama masa puncak haji,” ujar Kepala Daerah Kerja Makkah, PPIH Arab Saudi.
Pelaksanaan puncak haji 2025 ini menjadi salah satu yang terbesar pasca pandemi COVID-19, dan diharapkan berlangsung khidmat, aman, dan tertib.
Dengan sistem keamanan terintegrasi, Arab Saudi menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu Allah yang datang dari berbagai penjuru dunia.




Komentar