Pemprov Sulsel

RSUD Haji Makassar Skrining 200 Balita untuk Tekan Angka Stunting di Sulawesi Selatan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 15 Juni 2025 19:45

RSUD Haji Makassar Skrining 200 Balita untuk Tekan Angka Stunting di Sulawesi Selatan

Makassar, Trotoar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT RSUD Haji Makassar mengambil langkah aktif dalam mendukung Gerakan Nasional Percepatan Penurunan Stunting, sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar dengan menyasar 200 balita dari berbagai wilayah puskesmas terdekat.

Dalam aksi nyata ini, RSUD Haji Makassar melakukan skrining gizi dan kesehatan awal kepada balita sebagai bentuk deteksi dini terhadap risiko stunting.

Balita yang terindikasi mengalami stunting langsung mendapatkan intervensi medis dan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PKMK) berupa susu formula khusus.

“Sesuai arahan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, penanganan stunting menjadi prioritas pembangunan Sulsel dalam lima tahun ke depan,” ujar Direktur UPT RSUD Haji Makassar, dr. Evi Mustikawati Arifin, Kamis (12/6/2025).

Kegiatan skrining dilakukan di ruang vaksinasi UPT RSUD Haji Makassar, dipimpin oleh Tim Stunting RSUD yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter gizi klinik, serta tenaga medis lainnya. Seluruh peserta adalah balita dari wilayah kerja puskesmas sekitar RSUD.

“Sebelum pemberian PKMK, kami pastikan setiap balita menjalani skrining menyeluruh agar intervensi yang diberikan sesuai kondisi klinis mereka,” tambah dr. Evi.

Program ini mendukung target nasional menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2025.

Sebagai isu prioritas nasional, pencegahan stunting menjadi indikator penting dalam pembangunan sumber daya manusia jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Dr. Evi juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam memastikan pemenuhan gizi anak.

Edukasi kepada orang tua dilakukan bersamaan dengan intervensi medis agar hasil penanganan lebih maksimal.

“Kami percaya, keberhasilan program ini juga ditentukan oleh peran aktif keluarga, terutama dalam memastikan gizi anak sejak 1.000 hari pertama kehidupan,” ungkapnya.

Gerakan Nasional Percepatan Penurunan Stunting merupakan strategi lintas sektor yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga melibatkan sektor pendidikan, pangan, sanitasi, dan perlindungan sosial.

Intervensi sensitif, seperti pemberian makanan tambahan bergizi, menjadi langkah penting di samping peningkatan layanan kesehatan dasar dan edukasi keluarga.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, Pemprov Sulsel optimis dapat mempercepat penurunan stunting dan menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak di Sulawesi Selatan.

Penulis : Awalb

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Agustus 2026 19:36
Jelang Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional, 1.157 Peserta Ikuti Defile di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Sebanyak 1.157 peserta yang tergabung dalam 117 kafilah dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga mengikuti Defile Ka...
Metro24 Agustus 2026 18:33
Pemkot Makassar Sambut 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional Lewat Defile Kafilah
MAKASSAR, Trotoar.id — Defile kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 resmi dil...
Metro24 Agustus 2026 17:29
Jufri Rahman Soroti Tantangan AI, Minta ASN Tetap Pegang Etika dan Integritas
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial in...
Politik24 Agustus 2026 17:00
Jelang Pemilu 2029, Gerindra, Golkar dan PDIP Sulsel Pasang Target Tinggi
MAKASSAR, Trotoar.id — Jelang Pemilu 2029, sejumlah partai politik di Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik dengan memasang target peroleh...