DPRD Sulsel

DPRD Sulsel Desak Pemprov Sulsel Bayarkan Gaji Eks Sekda Abdul Hayat Gani Rp8 M

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 16 Juni 2025 18:03

Untuk mengisi Posisi sebagai penjabat Gubernur Sulsel, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bakal calon yang akan diusulkan DPRD ke Kementerian dalam Negeri. 
Untuk mengisi Posisi sebagai penjabat Gubernur Sulsel, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bakal calon yang akan diusulkan DPRD ke Kementerian dalam Negeri. 

Makassar, Trotoar.id — Komisi A DPRD Sulawesi Selatan, menggelar Rapat dengar pendapat soal belum di bayarkan nya Hak hak Yang di dimiliki Mantan Sekda Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani oleh pemerintah provinsi.

Rapat yang di pimpin langsung ketua Andi Anwar Purnomo dari Fraksi (PKB), meminta kepada Pemprov Sulsel agar kiranya, apa yang menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi segera di lunasi.

Mengingat hal itu bagian dari keputusan hukum yang tekahbinkra di Mahkamah agung. sehibgga DPRD mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel untuk segera menyelesaikan pembayaran hak gaji dan tunjangan mantan Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani. 

Baca Juga  Banggar DPRD Sulsel Gelar Rapat Ekspose Perubahan KUA dan PPAS 2024

Abdul Hayat, yang diberhentikan akhir 2022, disebut belum menerima haknya senilai Rp 8,038 miliar, sebagai putusan hukum yang sudah berkekuatan tetap (inkrah) di Mahkamah Agung (MA).

“Proses pemberhentian beliau mengandung cacat administrasi dan tidak sesuai prosedur,” tegas Andi Anwar usai RDP.

Baca Juga  Panitia Hak Angket DPRD, Layangkan Surat Pemanggilan Kepada Anggu dan Ferry

Andi Anwar menegaskan perlu dialog intens antara Pemprov Sulsel dan Abdul Hayat untuk menyelesaikan persoalan secara adil. 

Langkah ini juga memicu DPRD Sulsel akan menyurati Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar tidak ada multitafsir terkait surat resmi kedua lembaga.

“Surat BKN dan Kemendagri menginstruksikan agar hak beliau dibayar. Namun pihak BKD menyatakan sudah dilunasi  inilah titik multitafsir yang harus diklarifikasi,” jelas Andi Anwar.

Baca Juga  Sosialisasi Perda Nomor 8 Tahun 2015, SK: Masyarakat Bisa Akses Informasi Pemerintahan

Andi Purnomo menekankan bahwa putusan MA bersifat final dan mengikat, sehingga tidak boleh diabaikan oleh Pemprov.

“Komisi A akan terus mengawal proses ini agar keadilan ditegakkan,” tutupnya.

Desakan ini bukan hanya soal keadilan individu, tetapi cerminan integritas tata kelola birokrasi dan penggunaan anggaran negara. 

DPRD menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran prosedur apalagi pengabaian keputusan hukum.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...
Metro06 November 2026 15:18
TPA Tamangapa Disiapkan Jadi Hutan Kota, Munafri dan Kapolda Sulsel Tanam 100 Tabebuya
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat upaya pemulihan lingkungan di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Ant...
Metro06 November 2026 15:11
Ketua TP PKK Sulsel Dorong Pembentukan Day Care dan Kelompok Peduli Lansia di Soppeng
SOPPENG, TROTOAR.ID — Perhatian terhadap kesejahteraan lanjut usia (lansia) tidak cukup hanya melalui pelayanan kesehatan. Mereka juga membutuhkan r...
Metro06 November 2026 13:51
Dukcapil Makassar Tembus Tiga Pulau Terluar, Petugas Rela Bermalam Demi Layani Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Jarak geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pemerintah. Prinsip itulah yang ki...