Pemda Sidrap

Bupati Syaharuddin Alrif Targetkan 10.000 Hektare Lahan Kopi dan Komoditas Unggulan Lain

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 18 Juni 2025 17:14

Bupati Syaharuddin Alrif Targetkan 10.000 Hektare Lahan Kopi dan Komoditas Unggulan Lain

Sidrap, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai memetik hasil dari upaya pengembangan komoditas kopi robusta yang telah digagas sejak dua tahun lalu.

Desa Cendrana, Kecamatan Panca Lautang, menjadi salah satu titik awal keberhasilan tersebut dengan telah dipanennya kopi lokal dan mulai dipasarkan meski secara tradisional.

Kepala Desa Cendrana, Kartoni, S.Pd.I, menjelaskan bahwa kopi robusta ini ditanam di tiga dusun dengan ketinggian berbeda, menghasilkan karakter rasa dan aroma yang unik.

“Meski sama-sama robusta, karena ditanam di lokasi berbeda, rasa dan warna kopi juga bervariasi. Perbedaan ketinggian dan cara sangrai turut memengaruhi cita rasanya. Ini kopi murni tanpa campuran,” jelas Kartoni.

Saat ini, masyarakat mengelola kopi secara manual dan menjual dalam bentuk biji kering dengan harga jual sekitar Rp45.000 per liter atau Rp53.000 per kilogram.

Produksi kopi tersebut belum diolah menjadi bubuk atau dikemas secara modern.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang meninjau langsung lokasi panen menyampaikan rasa syukur dan optimisme terhadap potensi kopi Sidrap sebagai komoditas unggulan baru.

“Alhamdulillah, tanaman kopi yang kita mulai dua tahun lalu kini mulai panen. Ini bukti bahwa potensi daerah kita besar. Ke depan, kita siapkan desain kemasan agar kopi Sidrap bisa bersaing sebagai produk siap jual,” ungkap Syaharuddin.

Pemkab Sidrap menargetkan perluasan lahan kopi hingga 10.000 hektare yang tersebar di beberapa desa potensial seperti Cendrana, Tanah Toro, Lempangan, Kalempang, dan Betao.

Pengembangan ini akan menggunakan sistem tumpang sari, dengan memadukan tanaman kopi dan cengkeh (komoditas jangka panjang), serta jagung dan porang (komoditas jangka pendek), guna mengoptimalkan hasil perkebunan rakyat yang berorientasi ekspor.

“Semua komoditas ini diarahkan untuk ekspor. Ini bukan hanya soal kopi, tapi bagian dari pembangunan ekonomi rakyat berbasis pertanian berkelanjutan,” tegasnya.

Selain kopi, Bupati juga mengungkapkan rencana penanaman durian Musang King di beberapa wilayah Sidrap sebagai salah satu komoditas unggulan bernilai tinggi.

Dengan strategi pembangunan jangka panjang, dukungan teknis, dan penguatan branding produk lokal, Kabupaten Sidrap bertekad menjadi pusat komoditas ekspor baru di Sulawesi Selatan, khususnya di sektor perkebunan rakyat.

Penulis : Nono

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 April 2026 23:09
Musda Digelar Juni, Empat Kader PD Diusulkan Maju
Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda ...
Parlemen30 April 2026 21:16
DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang II Tahun 2025–2026 dengan menyampai...
Metro30 April 2026 21:05
Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Program SEHATI ...
Metro30 April 2026 21:01
Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik deng...