Pemprov Sulsel

Pemprov Sulsel Dorong Ekonomi Biru Berbasis Data dan Berkelanjutan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 16 Juli 2025 18:53

Pemprov Sulsel Dorong Ekonomi Biru Berbasis Data dan Berkelanjutan

Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan nasional penangkapan ikan terukur berbasis kuota.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mewujudkan ekonomi biru yang berkelanjutan, berbasis data, dan berkeadilan.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel, Dr. M. Ilyas, ST., M.Sc., dalam Pertemuan Tahunan Unit Pengelola Perikanan (UPP) Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 713, 714, dan 715, yang digelar di Gedung Ipteks Universitas Hasanuddin, Rabu (16/7/2025).

Acara ini menghadirkan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Komjen Pol (Purn) Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum., serta diikuti oleh 136 peserta dari unsur pemerintah daerah, akademisi, asosiasi perikanan, hingga mitra strategis KKP.

“Pengelolaan perikanan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai dengan dukungan data potensi laut yang akurat dan terkini. Ini penting untuk menghindari over-eksploitasi dan memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan,” ujar M. Ilyas.

Ia juga menyampaikan bahwa tata kelola komoditas unggulan seperti tuna harus melibatkan sinergi lintas pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.

“Kita butuh kolaborasi vertikal yang kuat agar kebijakan ini dapat dijalankan secara efektif di lapangan,” tambahnya.

Dalam hal konservasi laut, Ilyas mengungkapkan bahwa Pemprov Sulsel menargetkan luasan konservasi laut mencapai 860.000 hektare.

Baca Juga  Semarak Hari Kebudayaan 1 April, Pemkot Makassar Suguhkan Parade Budaya

Sebagian kawasan telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, dan sebagian lainnya dicadangkan oleh Gubernur Sulsel.

Arahan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, juga menekankan bahwa tata kelola laut harus menjadi landasan utama dalam navigasi ekonomi biru Sulsel.

Oleh karena itu, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Sulsel tengah ditingkatkan skalanya menjadi 1:50.000 untuk memperjelas zonasi perairan dan memperkuat integrasi antar sektor kelautan.

Luas perairan laut Sulsel tercatat mencapai 45.330,55 km², dan arah pembangunan laut difokuskan pada prinsip keberlanjutan, efisiensi, dan keadilan.

Baca Juga  Wali Kota Makassar Lepas 1.166 Jemaah Haji, Kakanwil Kemenag Sulsel Tekankan Kemandirian dalam Beribadah

Sulsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) ke dalam RTRW (melalui Perda No. 3 Tahun 2022), sehingga memberikan kepastian hukum atas pemanfaatan ruang laut sesuai zonasi.

Atas capaian tersebut, Gubernur Sulsel baru saja menerima penghargaan Nasional sebagai Provinsi dengan Penataan Ruang Laut Terbaik.

Pertemuan ini membahas tiga WPPNRI utama:

WPP 713: Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali

WPP 714: Teluk Tolo dan Laut Banda

WPP 715: Laut Maluku hingga Teluk Berau

Dirjen Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan terus menghadapi tantangan kompleks, sehingga dibutuhkan adaptasi kebijakan secara dinamis.

“Kesejahteraan nelayan adalah tujuan utama kita. Untuk itu, kita harus menjaga keberlanjutan ekosistem laut agar sektor ini tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Lotharia juga memaparkan lima program strategis ekonomi biru KKP, yaitu:

  1. Perluasan kawasan konservasi perairan
  2. Penangkapan ikan terukur berbasis kuota
  3. Pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan
  4. Pengawasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil
  5. Pengendalian sampah plastik laut
Baca Juga  Plt Gubernur Sulsel Meneteskan Air Mata Saat menyampaikan Sambutan Acara Pelepasan Jenazah AGH Sanusi Baco

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam kesempatan tersebut menyampaikan dukungan penuh Unhas terhadap penguatan Unit Pengelola Perikanan dan pengembangan kebijakan perikanan berbasis riset dan data.

“Kami siap menjadi mitra strategis KKP. Komitmen ini kami mulai dari Wilayah Pengelolaan Perikanan 713, dan kami berharap bisa menjadi percontohan nasional dalam tata kelola perikanan,” kata Prof. JJ.

Pertemuan tahunan UPP ini dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, 18 Juli 2025, dengan fokus utama merumuskan strategi dan rekomendasi kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen28 Oktober 2026 20:49
Perjuangkan Hak Daerah atas Keuntungan Tambang, Pansus DPRD Sulsel Temui Kementerian ESDM
JAKARTA, Trotoar.id — Sulawesi Selatan tidak boleh hanya menjadi wilayah eksploitasi sumber daya alam tanpa memperoleh manfaat yang optimal bagi pem...
Metro28 Oktober 2026 20:34
Naoemi Octarina Dukung Sekolah Rakyat, Perkuat Akses Pendidikan dan Masa Depan Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai ketimpangan sosial dan membuka peluang masa depan yang lebih ba...
Daerah28 Oktober 2026 17:08
Barru Bidik Investasi Rp1,7 Triliun, Sekda Teken LoI Pembangunan Pabrik Bawang Putih
MAKASSAR, Trotoar.id — Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, membidik peluang investasi senilai Rp1,7 triliun melalui rencana pembangunan pabrik pengol...
Metro28 Oktober 2026 16:27
Darmawangsyah Muin Resmi Jadi Bupati Gowa Definitif, Tantangan Pembangunan Menanti
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan pemerintahan Kabupaten Gowa memasuki babak baru. Darmawangsyah Muin resmi dilantik sebagai Bupati Gowa definitif...