PANGKEP, Trotoar.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Aula Kantor Desa Manggalung, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, pada Selasa, 22 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN-T skema “Dikti Saintek Berdampak” yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan ilmu sesuai bidangnya demi menjawab kebutuhan konkret masyarakat.
Dalam kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WITA ini, mahasiswa memperkenalkan tiga program unggulan yang berfokus pada pengembangan teknologi pertanian, peternakan berkelanjutan, dan potensi desa wisata.
Baca Juga :
Acara tersebut turut dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, petani, dan peternak setempat.
Tiga program kerja utama yang diperkenalkan antara lain:
- Pemanfaatan IoT untuk Monitoring Kelembaban Tanah
Oleh Andi Muhammad Afif Anas (Teknik Elektro 2022), program ini memperkenalkan alat berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membantu petani memantau kelembaban tanah secara efisien dan real time. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi modern bagi peningkatan produktivitas pertanian. - Pembuatan Pakan Fermentasi (Silase) dari Limbah Jagung
Oleh Ahmad Fachrul Sahlang (Peternakan 2022), program ini bertujuan mengolah limbah jagung menjadi pakan ternak berkualitas tinggi dan tahan lama. Inisiatif ini sekaligus mendorong prinsip zero waste di sektor peternakan. - Pemetaan dan Sosialisasi Potensi Desa Wisata Manggalung
Oleh Moh. Raihan Putra Lede (Hubungan Internasional 2022), program ini mengeksplorasi potensi lokal seperti kue tradisional dange dan sumber mata air alami sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
Seluruh kegiatan dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi terbuka, hingga praktik langsung. Warga desa pun terlibat aktif, memberikan masukan, dan menunjukkan antusiasme terhadap kelanjutan program.
Muh. Fajar, Kepala Urusan Umum Desa Manggalung, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam menghadirkan solusi yang aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Program silase sangat membantu peternak dalam mengolah limbah pertanian. Teknologi IoT juga menarik jika bisa dikembangkan untuk jangka panjang. Sementara konsep desa wisata sangat relevan dengan potensi lokal yang kami miliki,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah agar potensi desa dapat dikembangkan secara maksimal dan berkelanjutan.
Para mahasiswa menyatakan bahwa meski masa KKN bersifat sementara, mereka akan melakukan tindak lanjut berupa produk hilirisasi untuk menjamin keberlanjutan program yang telah dijalankan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas berharap kontribusi mereka menjadi awal dari transformasi positif di Desa Manggalung, baik dari segi ekonomi, teknologi, maupun pelestarian budaya lokal.



Komentar