Pemkot Makassar

Di Hadapan Menteri BKKBN, Munafri: “Keluarga Sehat adalah Pondasi Generasi Emas Indonesia 2045”

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 28 Juli 2025 12:39

Di Hadapan Menteri BKKBN, Munafri: “Keluarga Sehat adalah Pondasi Generasi Emas Indonesia 2045”

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Makassar dalam mempercepat penurunan angka stunting sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

Hal ini disampaikannya saat memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Lapangan Karebosi, Senin (28/7/2025), yang mengusung tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju.”

Acara nasional ini dihadiri oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.

Hadir juga Ketua TP PKK Melinda Aksa Mahmud, unsur Forkopimda, para kepala daerah se-Sulawesi Selatan, serta ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam momen membanggakan ini, Kota Makassar meraih Juara Umum dalam rangkaian lomba nasional Harganas 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri BKKBN kepada Wali Kota Munafri sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan komitmen kota dalam program pembangunan keluarga dan penurunan stunting.

“Kami akan terus mendorong program yang terarah, dari sisi penganggaran, intervensi gizi, hingga edukasi keluarga. Karena hanya keluarga yang sehat dan berkualitas yang mampu melahirkan generasi unggul untuk Indonesia 2045,” tegas Munafri dalam sambutannya.

Munafri menekankan bahwa Harganas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi refleksi nasional untuk mengingatkan bahwa kekuatan bangsa dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.

“Di dalam keluarga tertanam nilai moral, karakter, dan ketahanan bangsa. Karena itu, seluruh kebijakan pembangunan harus bermuara pada penguatan keluarga,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Munafri menyebut Kampung Keluarga Berkualitas sebagai salah satu program prioritas Pemkot Makassar untuk membangun ketahanan sosial dari level terbawah.

Pemkot juga aktif bersinergi melalui Program Bangga Kencana bersama BKKBN dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Munafri, tantangan keluarga di era digital dan urbanisasi sangat kompleks.

Oleh karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan, edukasi, dan ruang aman bagi setiap keluarga.

“Pemerintah, dari pusat hingga daerah, harus bersatu menjaga lingkungan yang sehat dan inklusif bagi tumbuh kembang anak. Ini adalah tugas kolektif semua pihak,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Munafri mengucapkan terima kasih kepada Kementerian BKKBN, Pemprov Sulsel, dan seluruh elemen masyarakat atas suksesnya peringatan Harganas di Makassar.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BKKBN RI, Dr. Wihaji, menegaskan bahwa penanganan stunting harus menjadi prioritas nasional jika Indonesia ingin mempersiapkan SDM unggul dan keluar dari kemiskinan struktural.

“Stunting bukan sekadar masalah gizi, tapi indikator rapuhnya fondasi keluarga. Kalau ingin membangun SDM yang kuat, kita mulai dari hulunya: keluarga,” kata Wihaji.

Wihaji menekankan pentingnya intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode emas dalam pencegahan stunting. Ia menyebut, anak yang sudah mengalami stunting hanya memiliki 20% peluang untuk pulih.

Menurut Wihaji, angka prevalensi stunting nasional 2024 berada di 19,8%, sementara Sulsel menunjukkan progres signifikan dengan penurunan 4,1%, dari 27% menjadi 23%, menjadikannya provinsi terbaik kedua setelah Jawa Barat.

“Ini hasil kolaborasi pentahelix: pemerintah pusat, daerah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, BKKBN menyalurkan bantuan senilai Rp800 juta untuk 200 keluarga berisiko stunting di Sulsel hingga akhir 2025.

Bantuan ini meliputi pemenuhan gizi, pendampingan ibu hamil, dan peningkatan akses layanan kesehatan.

Wihaji mengingatkan bahwa Presiden RI menginstruksikan agar peringatan Harganas tidak sekadar seremoni, tetapi harus menyentuh akar persoalan.

“Turun ke lapangan, selesaikan masalah nyata. Jangan terlalu sibuk seremonial,” pesan Wihaji menutup sambutannya.

Peringatan Harganas ke-32 di Makassar membuktikan bahwa pembangunan keluarga adalah fondasi utama menuju Indonesia maju.

Dengan dukungan lintas sektor dan kepemimpinan daerah yang kuat, Indonesia diyakini bisa mengatasi stunting, memperkuat SDM, dan keluar dari kemiskinan struktural.

“Keluarga adalah titik mula. Jika keluarga sehat, bangsa kuat,” Pungkas Munafri Arifuddin.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah10 Juni 2026 20:08
Dari Daerah Persinggahan Menuju Destinasi Unggulan, Barru Perkuat Kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata
JAKARTA,TROTOAR.ID — Tekad Pemerintah Kabupaten Barru untuk bertransformasi dari sekadar daerah persinggahan menjadi destinasi wisata unggulan menda...
Daerah10 Juni 2026 19:52
Ikuti MTQ VIII Tingkat Provinsi, Korpri Bulukumba Optimistis Mampu Bersaing
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Bulukumba menegaskan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membina Aparatur Sipi...
Parlemen10 Juni 2026 19:51
Pansus Pajak Daerah Bahas Soal Kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB)
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Lanjutan Ekspose terkait Rancangan Peraturan Daerah (R...
Metro10 Juni 2026 19:02
Uni Eropa Lirik Makassar, Appi Perkuat Jejaring Global dan Buka Peluang Investasi Indonesia Timur
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan resmi Antoine Ripoll, Minister Counsellor for Parliamentary and Civ...