MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, hadir langsung dalam Wisuda XXIX Akademi Sekretari Manajemen Indonesia (ASMI) Publik Makassar, Kamis (31/7/2025), yang berlangsung di Hotel Horison Ultima, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.
Sebanyak 65 wisudawan dari Program Studi Manajemen Informatika dan Sekretari resmi menyandang gelar Ahli Madya dalam momen penuh haru dan semangat tersebut.
Dalam sambutannya, Aliyah menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjuangan sesungguhnya di dunia profesional yang penuh tantangan.
“Gelar akademik hanyalah gerbang awal. Dunia kerja menuntut lebih dari sekadar ijazah. Etika, karakter kuat, dan kemampuan beradaptasi adalah modal utama kalian,” tegasnya di hadapan ratusan tamu undangan.
Aliyah juga menekankan pentingnya pembentukan karakter, disiplin, dan tanggung jawab sebagai fondasi bagi para lulusan dalam menghadapi era yang semakin dinamis dan kompetitif.
“Kita butuh generasi yang tak hanya pintar, tapi juga tangguh, peduli, dan berintegritas. Kota Makassar menaruh harapan besar pada kalian,” ucapnya penuh motivasi.
Sebagai bentuk penghargaan, Aliyah turut menyampaikan apresiasi khusus kepada para orang tua wisudawan, yang menurutnya merupakan “pahlawan pendidikan” di balik kesuksesan anak-anak mereka.
ASMI Publik Makassar saat ini telah mencetak lebih dari 10.500 alumni, dengan 85% di antaranya telah terserap di dunia kerja—baik di sektor pemerintahan maupun swasta.
Direktur ASMI Publik, Herlina Amin Noor, mengungkapkan bahwa kampus ini menargetkan transformasi menjadi Politeknik D4 pada tahun 2026, sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan dan daya saing lulusan.
Wisuda kali ini juga turut dihadiri tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Andi Muhammad Yuslim Pattawari, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Andi Lukman, serta Ketua Yayasan Pendidikan Publik Sulsel Chadid Amin Noor.
Di akhir sambutannya, Aliyah menyampaikan harapan agar para lulusan tetap menjadi insan pembelajar yang rendah hati, berjiwa sosial, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Kota Makassar dan Indonesia.
“Jaga nama baik almamater. Dunia sedang menunggu aksi kalian. Jangan berhenti belajar, dan jangan berhenti bermimpi,” tutupnya.




Komentar