Munafri: Makassar Kota Damai dan Penuh Sejarah, Bukan Kota Gaduh

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 01 Agustus 2025 14:08

Munafri: Makassar Kota Damai dan Penuh Sejarah, Bukan Kota Gaduh

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Makassar bukanlah kota gaduh seperti yang sering diasumsikan sebagian pihak.

Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) di Baruga Angin Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (1/8/2025).

Kunjungan ini dihadiri ratusan akademisi, termasuk guru besar dan dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pertemuan juga menjadi penutup Kongres ASPIKOM yang digelar di Makassar.

“Makassar kerap dicap sebagai kota demonstrasi, kota gaduh. Padahal kenyataannya, Makassar adalah kota yang aman, damai, dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar Munafri, yang akrab disapa Appi.

Menurutnya, citra Makassar kini kian positif seiring dengan penataan kota yang semakin baik.

Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Makassar berada di atas rata-rata nasional, yang menunjukkan geliat pembangunan yang terus bergerak maju.

“Kota ini tumbuh pesat, terbuka untuk siapa saja. Ekonominya kuat, masyarakatnya ramah,” tambah Appi.

Dalam forum dialog bersama akademisi, Appi juga menggarisbawahi kekayaan sejarah Makassar sebagai kota tua yang telah maju sejak lama.

Dengan penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, Makassar menjadi simpul budaya, ekonomi, dan sejarah di Indonesia Timur.

“Makassar adalah kota peradaban. Kita punya bahasa sendiri, aksara sendiri, dan budaya yang masih hidup hingga kini,” ungkapnya.

Ketua ASPIKOM 2025–2028, Prof. Anang Sujoko, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Kota Makassar.

“Kami sangat bersyukur bisa menyelesaikan kongres dengan lancar dan damai. Ini bukti bahwa Makassar adalah kota yang menginspirasi dalam hal optimisme dan toleransi,” ujarnya.

Prof. Anang berharap kepemimpinan Munafri dapat terus berlanjut untuk membawa Makassar semakin maju.

Sementara itu, akademisi dari Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Akbar, menyebut lebih dari 200 peserta kongres merasa nyaman selama berada di Makassar.

“Selain forum yang produktif, peserta juga menikmati suasana kota, termasuk kuliner khas yang tersedia 24 jam. Ini meninggalkan kesan positif,” tutupnya.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Mei 2026 21:02
DWP Sulsel Salurkan Hewan Kurban, Sasar Kelompok Rentan di Makassar
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan melaksanakan penyembelih...
Metro31 Mei 2026 20:45
Pemprov Sulsel Raih Terbaik I Creative Financing Regional Sulawesi, Terima Insentif Rp3 Miliar
KENDARI, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan Terbaik I sebagai Provinsi Creative Financing Regional Sulawesi Tahun ...
Metro31 Mei 2026 20:41
Progres Infrastruktur Melesat, Gubernur Sulsel: Jalan Panciro–Batas Makassar Capai 83,35 Persen
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan progres pembangunan infrastruktur jalan dalam Paket 2 Progra...
Nasional31 Mei 2026 20:32
Business Champion Australia Perkuat Kemitraan Ekonomi dalam Kunjungan ke Jakarta
JAKARTA, TROTOAR.ID — Business Champion Australia untuk Indonesia, Profesor Jennifer Westacott AC, menyelesaikan kunjungan kedelapannya ke Jakarta d...