SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar panen perdana musim tanam April–September 2025 di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Jumat (1/8). Panen ini disambut penuh suka cita oleh ratusan petani, puluhan mahasiswa, serta unsur pemerintah daerah.
Panen ini disambut penuh suka cita oleh ratusan petani, puluhan mahasiswa, serta unsur pemerintah daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, Anggota DPRD H. Faisal, Dandim 1420 Sidrap, Kepala Desa Takkalasi Sudarmin, dan elemen masyarakat lainnya.
Baca Juga :
Panen perdana kali ini dinilai sangat menggembirakan, karena produktivitas pertanian mengalami peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya, meskipun lokasi panen merupakan lahan sawah tadah hujan yang bergantung pada curah hujan.
“Alhamdulillah, ini panen perdana yang luar biasa. Meskipun sawah di Desa Takkalasi ini tadah hujan, namun dengan intervensi teknologi seperti pompanisasi dan bor celup, hasil panen bisa meningkat drastis,” ujar Bupati Syaharuddin saat diwawancarai.
Syaharuddin menegaskan bahwa Pemkab Sidrap kini mengusung pola tanam baru dengan sistem tiga kali panen dalam setahun (IP 300).
Sistem ini ditopang oleh program “listrik masuk sawah” yang memungkinkan petani memompa air ke lahan tadah hujan melalui mesin bor celup dan irigasi pompa.
“Kita ingin mengembalikan Sidrap sebagai lumbung beras Sulsel, bahkan nasional. Target kita jelas: 1 juta ton gabah pertahun. Dan itu bisa kita capai dengan pola intensifikasi pertanian seperti ini,” tegasnya.
Usai panen, Bupati Syaharuddin langsung ikut menggarap sawah menggunakan hand tractor, sebagai simbol dukungan terhadap mekanisasi pertanian.
Ia juga memotivasi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas dan tidak takut mencoba pola-pola baru dalam bercocok tanam.
“Kalau kita serius dan kolaboratif, hasilnya akan memuaskan. Dan terbukti hari ini, harga gabah pun masih bertahan tinggi di angka Rp7.000 per kilogram — tertinggi secara nasional,” tambahnya.
Panen perdana ini juga dihadiri para mahasiswa yang sedang melakukan program pengabdian masyarakat di desa tersebut.
Para petani menyambut baik langkah Bupati Sidrap yang terus mendorong teknologi pertanian dan infrastruktur pendukung seperti listrik dan pompa air ke lahan-lahan tadah hujan.




Komentar