Eks Prajurit Kopassus Hidup Digubuk, Tim Andalan Sulsel Peduli Salurkan Bantuan di Jeneponto

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 06 Agustus 2025 21:53

Eks Prajurit Kopassus Hidup Digubuk, Tim Andalan Sulsel Peduli Salurkan Bantuan di Jeneponto

JENEPONTO, Trotoar.id — Di usia 82 tahun, Mustari Baso, mantan prajurit pasukan elite TNI, hidup dalam kesederhanaan di sebuah gubuk berukuran 2×2 meter di Desa Kaluku, Kabupaten Jeneponto.

Meski pernah berjuang di garis depan menjaga kedaulatan bangsa, Mustari kini menghabiskan hari tuanya dalam keterbatasan.

Kisah haru ini mengetuk hati Tim Andalan Sulsel Peduli, yang bersama UPZ Pemprov Sulsel dan Jaringan Andalan Sulsel, turun langsung memberikan bantuan dan dukungan moril kepada Mustari, Selasa (5/8/2025).

Mustari adalah mantan anggota Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), satuan tempur elite yang kini dikenal sebagai Kopassus TNI AD.

Dalam karier militernya, ia terlibat dalam berbagai operasi strategis negara, termasuk Operasi Irian Barat, Operasi Timor Timur, serta penumpasan sisa-sisa gerakan PKI.

“Kami tergerak melihat kondisi beliau. Di momen menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia ini, kami ingin menunjukkan bahwa negara dan masyarakat tidak pernah lupa akan jasa para pejuang,” ujar Koordinator Tim Andalan Sulsel Peduli, Jumali Sewang.

Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai dan sejumlah kebutuhan pokok, yang diharapkan dapat sedikit meringankan beban hidup Mustari bersama keluarganya.

Namun lebih dari itu, kehadiran Tim Andalan juga membawa pesan bahwa para veteran tidak dilupakan.

Mustari memulai kiprahnya sebagai prajurit pada era Presiden Soeharto. Setelah menjalani pelatihan berat sebagai pasukan khusus.

Ia ditugaskan ke berbagai medan operasi berisiko tinggi. Tugas terakhirnya dijalani di Kodim 1411 Bulukumba, sebelum pensiun dengan pangkat terakhir Sersan Satu (Sertu) pada 1992.

Kini, dengan kondisi tempat tinggal yang sangat sederhana dan keterbatasan ekonomi, bantuan tersebut menjadi oase di tengah keterasingan hidup Mustari di usia senja.

“Ini bukan sekadar bantuan materi. Ini bentuk penghormatan. Karena tanpa mereka yang berjuang di masa lalu, mungkin kita tidak bisa menikmati kemerdekaan hari ini,” tambah Jumali.

Kisah Mustari Baso menjadi pengingat penting bahwa kemerdekaan diraih dengan pengorbanan. Dan sudah seharusnya, para pejuang seperti Mustari tidak dilupakan.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah08 Mei 2026 19:05
Pemkab Sidrap Dorong Konsumsi Telur demi Cegah Stunting
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui edukasi pemenuhan gizi ke...
Daerah08 Mei 2026 19:00
55 Anggota BPD Dilantik, Bupati Andi Utta Tekankan Sinergi Bangun Desa
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melantik sebanyak 55 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 11 desa di Kabupa...
News08 Mei 2026 16:08
Wabup Sidrap Distribusikan Tablet Tambah Darah, Dorong Pencegahan Stunting Sejak Remaja
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi sehat melalui gerakan bersama...
Daerah08 Mei 2026 15:47
KKP Kampanyekan Perlindungan Nelayan di Bulukumba, Bupati Andi Utta Tekankan Migrasi Aman dan Legal
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kampanye informasi publik terkait ...