Pemkot Makassar

Kejari Makassar Peringatkan Kepsek: Stop “Cawe-Cawe” Seragam & Pungli

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 12 Agustus 2025 23:41

Kejari Makassar Peringatkan Kepsek: Stop “Cawe-Cawe” Seragam & Pungli

MAKASSAR, Trotoar.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Nauli Rahim Siregar, memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP di Kota Makassar agar menghentikan praktik jual beli seragam, pungutan liar, dan nepotisme dalam penerimaan siswa baru.

Peringatan ini disampaikan saat Sosialisasi Pencegahan Korupsi yang digelar Pemkot Makassar bersama Kejari Makassar, Selasa (12/8/2025).

Nauli secara terbuka mengapresiasi program seragam sekolah gratis Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang dinilai meringankan beban orang tua sekaligus menutup celah praktik korupsi di sekolah.

“Ada program bagus dari Pak Wali, orang tua tidak perlu pusing. Perlahan negara lewat Pemkot ambil alih pengadaan seragam. Jadi kepala sekolah stop cari keuntungan dari seragam,” tegas Nauli.

Nauli menegaskan, kepala sekolah harus berhenti menjadi “oligarki” yang mengatur segala hal di luar tugas pokok pendidikan. Ia mengkritik kebiasaan mewajibkan seragam berbeda setiap hari yang justru membebani keluarga siswa.

“Bagaimana mau belajar dengan baik kalau Senin lain, Selasa lain, Rabu lain, Kamis lain, Jumat lain seragamnya? Lepas urusan seragam, lepas urusan buku. Konsentrasi saja cetak generasi emas 2045,” ujarnya.

Nauli juga menyoroti praktik cawe-cawe dalam pengadaan barang dan penerimaan siswa baru yang menurutnya sudah menjadi “penyakit lama” sejak ia masih duduk di bangku SD.

Baca Juga  Wali Kota Makassar Buka Turnamen Padel IKAPTK, Tekankan Sportivitas dan Kebersamaan

Ia mengingatkan, praktik itu termasuk pelanggaran Pasal 21 UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.

“Cawe-cawe seragam, buku, penerimaan siswa, bahkan ada unsur nepotisme dan korupsi. Itu pelanggaran hukum. Jangan main-main dengan aturan zonasi,” tegasnya.

Menurut Nauli, jika sekolah kekurangan fasilitas, kepala sekolah harus mengajukan proposal resmi ke Dinas Pendidikan. Jika tak direspons, proposal bisa ditembuskan ke Kejaksaan.

“Jangan sibuk urus seragam tapi sekolah rusak, lantai copot, lampu mati. Fasilitas harus jadi prioritas,” pungkasnya.

Nauli menegaskan, pihaknya tidak akan ragu memproses hukum kepala sekolah yang tetap melanggar meski sudah diperingatkan.

“Sekali diingatkan lalu diulang, saya tidak akan beri ampun. Ini demi menjaga marwah pendidikan kita,” tutupnya.

Baca Juga  Munafri Kenang Ketulusan Almarhum H. Bachtiar Bakri di Haul ke-3
Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Metro21 Oktober 2026 22:17
Tekan Tawuran, Appi Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
MAKASSAR, Trotoar.id — Maraknya tawuran antarkelompok di Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan di tingkat w...
Metro21 Oktober 2026 18:12
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Appi Tegaskan PSEL Makassar Tak Boleh Dipaksakan
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota...
Metro21 Oktober 2026 17:16
Tampil di Forum Asia-Pasifik, Appi Paparkan Inovasi PAUD Holistik-Integratif Makassar
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membawa inovasi pembangunan anak usia dini Kota Makassar ke panggung Asia-Pasifik. Di f...
Hukum12 Agustus 2025 23:41
Kejari Makassar Peringatkan Kepsek: Stop “Cawe-Cawe” Seragam & Pungli
GOWA, Trotoar.id — Jalan berlubang dan debu yang selama ini menjadi persoalan pengguna jalan di ruas Burung-Burung–Bili-Bili, Kabupaten Gowa, kini...