Pemprov Sulsel

Wagub Sulsel Panen Raya Di Maros, Stik Beras Tembus 9 Ton/Hektar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 12 Agustus 2025 15:20

Wagub Sulsel Panen Raya Di Maros, Stik Beras Tembus 9 Ton/Hektar

MAROS Trotoar.id — Hamparan padi menguning di Kelurahan Raya, Kabupaten Maros, Selasa (12/8/2025), menjadi saksi ketangguhan Sulawesi Selatan dalam menjaga pasokan pangan nasional.

Dalam momentum panen raya yang dibarengi tudang sipulung, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto meneguhkan komitmen menjadikan Sulsel sebagai benteng kemandirian beras Indonesia.

Panen raya ini bukan sekadar seremoni. Produktivitas Maros kini menembus 9 ton per hektare, dengan panen tiga kali setahun angka yang membuat banyak daerah iri. Tak heran jika Maros menjadi episentrum strategi pangan nasional.

“Semua kebutuhan petani sudah kami catat, mulai dari combine harvester, traktor roda empat, pompa, hingga sumur dalam. Minggu depan traktor akan tiba. Kita jaga dan tingkatkan produktivitas ini,” tegas Titiek Soeharto.

Data Pemprov Sulsel menunjukkan, Januari–Agustus 2025 produksi padi Sulsel mencapai 3,34 juta ton GKG atau setara 1,92 juta ton beras, dengan surplus 1,21 juta ton setelah dikurangi kebutuhan konsumsi lokal.

Khusus Maros, produksi Januari–Juli 2025 tercatat 112.990 ton GKG atau 64.838 ton beras, surplus 38.033 ton.

Angka ini naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu tambahan 443 ribu ton GKG yang langsung memperkuat stok beras nasional.

“Surplus ini adalah hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah, dan sinergi lintas sektor. Inilah bukti nyata bahwa Sulsel masih kokoh sebagai lumbung pangan nasional,” ujar Fatmawati Rusdi.

Dalam kunjungan ini, Kementerian Pertanian menyerahkan bantuan benih padi senilai Rp420 juta untuk Pemkab Maros, serta benih jagung Rp900 juta yang akan digunakan pada musim tanam Oktober 2025.

Di sela panen, tudang sipulung forum musyawarah khas petani Sulsel menjadi ruang strategis membahas peningkatan produktivitas, adaptasi teknologi, dan mitigasi risiko pertanian.

Fatmawati menegaskan pentingnya sinergi pentahelix antara pemerintah, petani, akademisi, pelaku usaha, dan media untuk menghadapi tantangan iklim, infrastruktur, dan sarana produksi.

“Bantuan dari pusat akan kami pastikan tepat sasaran, sehingga manfaatnya langsung dirasakan petani,” tegasnya.

Perjalanan menuju lokasi panen diawali menyusuri indahnya kawasan karst Rammang-Rammang, Geopark Maros Pangkep yang menyajikan tebing kapur megah dan udara segar.

Setibanya di hamparan padi, gotong royong terlihat jelas: petani, pemerintah, dan wakil rakyat bahu-membahu memanen hasil bumi.

Panen raya ini tidak hanya memanen padi, tetapi juga memanen kepercayaan: bahwa dengan dukungan kebijakan tepat, teknologi modern, dan kerja sama lintas sektor, Sulawesi Selatan siap terus menjaga perut bangsa tetap kenyang.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized24 Juni 2026 15:10
Buka Lomba Bertutur, Wabup Edy Manaf Tekankan Pentingnya Literasi bagi Generasi Muda
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, secara resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Bulukumba Tahun 2026 yang dige...
Nasional24 Juni 2026 14:41
Jelang Musda Golkar Sulsel, IAS Dikabarkan Kantongi “Surat Sakti” dari DPP
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang dijadwalkan...
Metro24 Juni 2026 14:26
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Gerbang Investasi Indonesia Timur di Hadapan 28 Negara
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memanfaatkan momentum Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 untuk...
Nasional24 Juni 2026 14:22
Pendamping Delegasi IGS 2026 Kagumi Warisan Budaya Sulsel di Balla Lompoa
GOWA, TROTOAR.ID — Pendamping (spouse) delegasi Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 mengunjungi Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Rabu (2...