MAKASSAR, Trotoar.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Urusan Persandian di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (19/8/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat keamanan siber di daerah, sejalan dengan Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE, Perpres No. 28 Tahun 2021 tentang BSSN, serta arah kebijakan RPJMN 2025–2029.
Turut hadir Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN, Danang Jaya, Kadis Kominfo-SP Sulsel, A. Winarno Eka Putra, serta para narasumber yang membawakan materi teknis terkait keamanan informasi dan penguatan tata kelola siber.
Dalam sambutannya, Danang Jaya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemprov Sulsel.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan karena sudah mengizinkan kami melaksanakan bimbingan teknis penyelenggaraan persandian untuk pengamanan informasi pemerintah daerah tahun 2025 ini,” ujarnya.
Menurutnya, bimtek ini penting untuk meningkatkan kesiapan pemerintah daerah menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, termasuk dalam menjaga data strategis di daerah baru seperti Papua.
Kadis Kominfo-SP Sulsel, A. Winarno Eka Putra, menegaskan pentingnya posisi Sulsel sebagai pusat pengembangan teknologi informasi dan persandian di Kawasan Timur Indonesia.
“Sulsel tepat disebut sebagai hub Indonesia Timur,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, pengalaman menghadapi serangan siber beberapa tahun lalu menjadi pelajaran berharga bagi Sulsel.
Kini, Pemprov semakin siap dengan sistem pengelolaan data, tanda tangan elektronik, hingga penguatan tata kelola keamanan informasi.
“Beberapa tahun lalu kita pernah mengalami serangan data yang cukup serius. Berkat penguatan yang dilakukan, termasuk dukungan Prof. Zudan saat menjabat PJ Gubernur, kini Sulsel jauh lebih sigap dalam pengelolaan data,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Winarno berharap peserta dapat membawa pulang pemahaman dan strategi baru untuk diterapkan di masing-masing daerah. Tiga tujuan utama bimtek ini yakni:
- Meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah tentang pentingnya keamanan informasi.
- Memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan BSSN dalam membangun sistem pengamanan siber yang andal.
- Mendorong penerapan standar pengamanan informasi sesuai regulasi yang berlaku.
“Saya mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu dan rekomendasi yang diperoleh dapat langsung diimplementasikan,” pungkasnya.
Dengan adanya bimtek ini, Pemprov Sulsel bersama BSSN menegaskan komitmennya menjadikan ASN sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan data dan memperkuat keamanan siber di era digital.




Komentar