MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi isu serius yang harus segera ditangani. Hal itu ia sampaikan di hadapan Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, Kamis (28/8/2025).
Menurut Munafri, kondisi TPA Antang sudah sangat mengkhawatirkan. Dengan luas 19 hektare dan timbunan sampah setinggi 17 meter, risiko lingkungan yang ditimbulkan bisa berbahaya.
“Kalau tidak dikelola dengan teknologi tepat, TPA bisa menjadi ancaman serius. Kami sedang mencari solusi permanen,” tegas Munafri.
Strategi Pengelolaan Sampah Kota Makassar
Pemkot Makassar kini menempuh sejumlah langkah, di antaranya:
• Optimalisasi TPS 3R dan bank sampah
• Mengajak partisipasi warga hingga tingkat RT
• Kolaborasi SKPD besar dan partai politik untuk membina warga dalam memilah dan mengolah sampah
• Menunggu kepastian pembangunan PSEL (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) sebagai solusi jangka panjang
Munafri menyebut Pemkot hanya ingin membawa residu sampah ke TPA, sementara pengolahan dilakukan sejak dari sumber.
Dukungan Pemerintah Pusat: 33 Incinerator
Menanggapi hal tersebut, Eddy Soeparno menegaskan bahwa pemerintah pusat sedang menyiapkan pembangunan 33 incinerator di berbagai daerah dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari.
“Skema baru ini lebih sederhana. Investor lebih mudah masuk karena listrik hasil pembakaran sampah langsung diserap PLN,” jelas Eddy.
Eddy menambahkan, incinerator tidak hanya mengurangi beban TPA tetapi juga menjadi solusi energi terbarukan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat kota.
Harapan Makassar
Dengan berbagai upaya tersebut, Munafri berharap masalah sampah Makassar yang menahun bisa teratasi secara bertahap dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda nasional pengelolaan lingkungan perkotaan.




Komentar