Makassar, Trotoar.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) meneguhkan komitmennya mengembangkan ekonomi biru berkelanjutan dengan menyalurkan 2.000 paket bibit rumput laut bagi petani pembudidaya di wilayah pesisir Luwu Raya.
Program ini menjadi salah satu prioritas Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut.
Bantuan tersebut disiapkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel dengan dukungan DPRD Sulsel. Setiap paket berisi 300 kilogram bibit rumput laut serta 250 buoy ramah lingkungan sebagai pengganti botol plastik yang selama ini kerap digunakan petani.
Baca Juga :
Kepala DKP Sulsel, Muhammad Ilyas, menegaskan bahwa distribusi bantuan ini dirancang untuk menjaga stabilitas produksi dan meningkatkan daya saing petani di pasar.
“Pemprov Sulsel ingin memastikan para pembudidaya tetap produktif, bahkan bisa meningkatkan hasil panennya,” jelas Ilyas.
Selain aspek produksi, program ini juga mengedepankan kampanye budidaya ramah lingkungan. Petani diwajibkan menukar 500 botol plastik bekas dengan buoy khusus yang lebih tahan lama dan dapat didaur ulang.
“Target kami mengumpulkan satu juta botol plastik. Hasil penjualannya akan dikembalikan kepada petani sebagai tambahan, sementara mereka sudah mendapat pelampung baru dari pemerintah,” tambahnya.
Pada 2024, produksi rumput laut Sulsel mencapai 4 juta ton basah, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu lumbung rumput laut terbesar di Indonesia.
Kepala Bidang Budidaya dan Daya Saing Produk DKP Sulsel, Suhartono, mengungkapkan tahap pertama penyaluran bantuan dipusatkan di Luwu Raya.
“Di awal ini, bantuan menyasar 471 petani dari 41 kelompok, dengan total 141,3 ton bibit dan lebih dari 117 ribu buoy,” jelasnya.
Program ini disambut positif oleh para petani. Elvi Nanda Bestari, anggota Kelompok Sipatuo di Luwu Utara, mengaku program ini sangat membantu.
“Masya Allah, produksi bibit bisa bertambah dan ekonomi masyarakat ikut membaik. Terima kasih Pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Risaldi dari Kelompok Passampa Katonik, Kabupaten Luwu.
“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini, semoga terus berlanjut,” katanya.
Anggota DPRD Sulsel, Rusli Sunali, menyampaikan apresiasinya terhadap respon positif masyarakat dan berjanji terus mengawal program ini.
“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Karena itu harus dijalankan konsisten, tepat sasaran, dan berkesinambungan,” tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat, Pemprov Sulsel menargetkan Luwu Raya berkembang sebagai salah satu sentra produksi rumput laut berkelanjutan di Indonesia – tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan.




Komentar