Pemkot Makassar

Munafri Inisiasi Kurikulum Budaya Lokal dan Tata Krama di Sekolah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 22 September 2025 14:48

Munafri Inisiasi Kurikulum Budaya Lokal dan Tata Krama di Sekolah
Munafri Inisiasi Kurikulum Budaya Lokal dan Tata Krama di Sekolah

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk menyusun kurikulum muatan lokal yang menekankan budaya Bugis-Makassar, etika, dan sopan santun bagi siswa SD hingga SMP.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, generasi muda mulai kehilangan jati diri dan tata krama dasar.

“Ada hal-hal yang hilang di tengah laju informasi digital. Etika dan sopan santun dasar di sekolah mulai terkikis. Karena itu, kurikulum pendidikan dasar perlu kita perbaiki agar mampu menanamkan karakter dan kearifan lokal,” kata Munafri saat Temu Awal Rencana Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal di UNM, Senin (22/9/2025).

Munafri menegaskan, pembenahan kurikulum harus berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas guru. Dari 55 SMP negeri di Makassar, hanya sekitar lima yang memiliki kepala sekolah definitif. Kondisi serupa juga terjadi di ratusan SD negeri.

“Kalau guru tidak lebih dulu diperbaiki karakternya, kurikulum yang baik tidak akan berjalan,” tegas politisi Golkar yang akrab disapa Appi itu.

Selain penguatan budaya lokal, Munafri mengusulkan bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di pendidikan dasar, serta opsi bahasa Arab untuk siswa Muslim. Menurutnya, kombinasi pendidikan karakter dan keterampilan global akan melahirkan generasi cerdas dan beretika.

Rektor UNM, Prof. Dr. Karta Jayadi, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyatakan UNM siap membentuk tim khusus lintas fakultas untuk merancang kurikulum muatan lokal yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka.

“Komponen kurikulum nasional tetap berlaku, tapi ada ruang untuk menonjolkan kekuatan lokal. Muatan lokal bisa diintegrasikan ke pelajaran yang ada atau dikemas dalam kegiatan ekstrakurikuler, tanpa menambah jam belajar siswa,” jelas Prof. Karta.

Menurutnya, penguatan budaya Bugis-Makassar sejak dini akan menjadi investasi jangka panjang. “Hasilnya mungkin baru tampak 20–30 tahun ke depan, tapi ini bisa menjadikan Makassar sebagai rujukan pendidikan karakter di tingkat nasional,” tambahnya.

Pertemuan di UNM ini juga dihadiri Kadis Pendidikan Makassar Achi Soleman, Tim Ahli Pemkot Dara Nasution, serta jajaran pimpinan UNM.

Penulis : Febri/ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Metro30 Agustus 2026 11:35
Dies Natalis ke-66 FT Unhas, Andi Sudirman Ajak Engineer Kawal Pembangunan Infrastruktur Sulsel
GOWA, Trotoar.id— Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak keluarga besar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas), khusus...
Metro30 Agustus 2026 11:04
Gerakan Indonesia Asri di Pantai Losari, Appi: Menanam Pohon adalah Menanam Harapan untuk Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyerukan kolaborasi lintas elemen masyarakat untuk memperkuat gerakan menjaga lingkung...
Daerah30 Agustus 2026 10:50
Bupati Sidrap Susuri Sawah Tiga Kecamatan, Siapkan Sumur Bor hingga Pompa Danau Hadapi El Nino
SIDRAP, Trotoar.id— Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi m...
Metro30 Agustus 2026 10:41
Minggu Pagi, Appi Lepas Ribuan Peserta PPNI Fun Run dan Jalan Sehat Gerakan Koperasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengawali Minggu paginya dengan dua agenda yang mengusung semangat berbeda, namun memili...