Dapur MBG

Dapur MBG Disorot, Publik Pertanyakan Margin Untung dan Dugaan Monopoli

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 29 September 2025 19:32

Saleh Stu dapur MBG di Kota Makassar
Saleh Stu dapur MBG di Kota Makassar

Makassar, Trotoar.id – Publik mulai menyoroti berapa besar keuntungan yang diperoleh pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa dari anggaran Rp15.000 per porsi, sebagian besar terserap untuk biaya non-bahan baku.

“Dari Rp15.000 itu, Rp2.000 dialokasikan untuk kebutuhan sewa usaha, termasuk sewa gedung, tanah, peralatan, hingga wadah makan (ompreng). Dana ini masuk ke mitra BGN sebagai penyedia,” ungkap Nanik.

Baca Juga  Anggota DPRD Sulsel Asni Akui Fasilitasi Dapur MBG di Luwu

Selain itu, Rp3.000 per porsi digunakan untuk biaya operasional dapur, mulai dari gaji karyawan, listrik, internet, gas, hingga transportasi. Dengan demikian, hanya Rp10.000 per porsi yang benar-benar dipakai untuk bahan baku.

Rata-rata, satu dapur MBG melayani 3.000–3.500 porsi per hari. Dengan asumsi 3.500 porsi, potensi pemasukan bulanan mencapai Rp455 juta.

Namun, angka tersebut belum dipotong biaya rutin. Jika diasumsikan biaya sewa bangunan Rp20–30 juta, gaji karyawan Rp3 juta untuk 45 orang (Rp135 juta), serta biaya transportasi, gas, listrik, air, dan internet Rp30 juta, maka total pengeluaran diperkirakan mencapai Rp195 juta per bulan.

Baca Juga  Munafri Arifuddin dan Chairul Tanjung Resmikan Pembangunan Masjid Agung TSM Makassar

Dengan skema ini, pengelola dapur MBG masih berpotensi mengantongi margin keuntungan sekitar Rp320 juta per bulan, belum termasuk kewajiban pajak.

Hitung-hitungan ini memunculkan pertanyaan publik soal transparansi dan efisiensi program. Di satu sisi, MBG dinilai bermanfaat bagi masyarakat penerima, namun di sisi lain muncul kritik bahwa keuntungan yang diperoleh pengelola dapur terlampau besar.

Baca Juga  Pendapatan Pajak Sulsel Naik 10,38 Persen, Gubernur Andi Sudirman Beri Apresiasi Wajib Pajak Lewat Gebyar Pendapatan 2026

Tak hanya itu, muncul pula sorotan terhadap praktik pengelolaan yang diduga dimonopoli oleh yayasan tertentu. Pengelola dapur MBG disebut-sebut tidak melibatkan pelaku UMKM lokal di sekitar wilayah operasional sebagai pemasok bahan baku.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa program sosial yang seharusnya membuka ruang pemberdayaan ekonomi justru hanya menguntungkan segelintir pihak.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
News02 November 2026 23:15
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Berduka, Kehilangan Sahabat Lama Arifuddin Daeng Situju
SIDRAP, Trotoar.id — Kepergian wartawan senior Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenreng Ra...
Metro02 November 2026 18:32
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi Keuangan Syariah, PELITA Diluncurkan di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai salah satu upaya mempe...
Metro02 November 2026 16:29
Sulsel Jadi Tuan Rumah IIFS 2026, Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global
MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan mendapat momentum strategis untuk memperluas peran dalam industri halal global. Menjadi tuan rumah Indonesia...
Metro02 November 2026 16:25
Disperkim Makassar Targetkan 419 Rumah Rampung, Jadi Kado HUT ke-419 untuk Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan program bedah rumah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat berpenghasil...